Akademi WBFC U-17 Hantam Bomber FC 6-0, Kembali Tantang Persebaya Di Final Piala Soeratin Tim Waamanat Bhintuka Football Club (WBFC) siap tampil di Final Putaran Nasional Piala Soeratin U-17 di Ibu Kota Negara (IKN), Jumat (23/10/2026)(Salampapua.com/Akademi WBFC)

Akademi WBFC U-17 Hantam Bomber FC 6-0, Kembali Tantang Persebaya Di Final Piala Soeratin

SALAM PAPUA (IKN) – Akademi Waamanat Bhintuka Football Club (WBFC) U-17 melaju ke final Putaran Nasional Piala Soeratin U-17 2026 setelah menghantam Bomber FC U-17 dengan skor telak 6-0 pada semifinal di PSSI Training Center 1, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis (22/10/2026). Di partai final, WBFC akan kembali menghadapi Persebaya Surabaya, tim yang sebelumnya mereka kalahkan 4-0 pada babak penyisihan grup.

Pelatih Akademi WBFC U-17, Budiman Yunus, bersyukur anak asuhnya tampil bagus dan solid sehingga mampu mencetak enam gol tanpa balas. Ia berharap performa tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan saat menghadapi Persebaya pada partai final.

“Di semifinal tadi saya bersyukur anak-anak bermain cukup bagus dan solid. Makanya bisa mencetak enam gol,” ujar Budiman.

Ia mengingatkan para pemain agar meningkatkan kepercayaan diri, tetapi tetap menjaga fokus dan tidak terlalu percaya diri menjelang pertandingan penentuan gelar juara.

“Di final lawan Persebaya, mudah-mudahan anak-anak bisa lebih bagus dan solid lagi. Terutama anak-anak makin percaya diri, tetapi tidak overconfident,” katanya.

Budiman juga berharap Akademi WBFC mampu membawa pulang trofi Piala Soeratin U-17 2026 ke Jawa Barat. Selain membidik gelar juara, ia menargetkan timnya mempertahankan catatan nirbobol atau clean sheet sepanjang putaran nasional.

“Saya berharap bisa membawa Piala Soeratin ke Jawa Barat. Saya juga ingin clean sheet di nasional ini,” tegasnya.

Pada pertandingan semifinal, Akademi WBFC tampil dominan sejak awal laga. Vicky Erlangga Ardiansyah membuka keunggulan pada menit ke-19, kemudian kembali mencetak gol pada menit ke-33.

Lorenzo Jovian Komangal turut tampil gemilang dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-26 dan 45+1. Dengan keunggulan empat gol, WBFC menutup babak pertama dengan skor 4-0.

Memasuki babak kedua, WBFC tetap menjaga intensitas permainan. Deyvano Arsalan Demanto, yang akrab disapa Vano, menambah keunggulan pada menit ke-69 sehingga skor berubah menjadi 5-0.

Vicky kemudian melengkapi kemenangan telak WBFC melalui gol ketiganya pada menit ke-90+1 sekaligus memastikan kemenangan 6-0 atas Bomber FC.

Dalam pertandingan tersebut, Vicky mencatatkan hattrick, Lorenzo menyumbangkan dua gol, sedangkan Vano mencetak satu gol.

Kemenangan ini memperpanjang tren positif Akademi WBFC di putaran nasional. Sebelum menyingkirkan Bomber FC di semifinal, tim asuhan Budiman Yunus itu juga meraih kemenangan atas Lahat FC, Persada FC Aceh, dan Persebaya Surabaya pada babak penyisihan grup.

Sementara itu, Manager Akademi WBFC, Ray Manurung, mengatakan keberhasilan tim mencapai final merupakan hasil dari persiapan jangka panjang yang telah dimulai sejak tahun lalu, ketika para pemain masih berusia 16 tahun.

“Tahun lalu kami memang sudah mempersiapkan tim ini untuk mengikuti Soeratin U-17. Waktu itu kami kalah dari Persija Jakarta pada babak 16 besar. Rupanya belum waktunya, jadi tahun inilah waktunya,” kata Ray.

Ia menjelaskan, hasil yang diraih WBFC pada putaran nasional tahun ini tidak terlepas dari evaluasi dan persiapan yang lebih matang. Setelah menjadi juara Soeratin Jawa Barat, tim terus meningkatkan kualitas melalui pertandingan uji coba dan kompetisi menghadapi lawan yang rata-rata berusia setahun lebih tua.

“Di WBFC, kami selalu melakukan uji tanding, mencari lawan, serta mengikuti kompetisi yang usianya setahun di atas anak-anak kami. Tujuannya agar mereka mendapatkan lawan dengan kualitas yang lebih baik dan terbiasa menghadapi pertandingan dengan tingkat persaingan yang tinggi,” jelasnya.

Menurut Ray, pola pembinaan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan para pemain, yang terlihat dari konsistensi tim mencetak banyak gol sepanjang putaran nasional.

Menghadapi final melawan Persebaya, Ray menegaskan timnya tidak akan terlena oleh kemenangan 4-0 pada pertemuan sebelumnya. Ia meminta seluruh pemain tetap menghormati lawan dan mempersiapkan diri secara maksimal.

“Kami memang sudah bertemu sebelumnya dan menang 4-0. Namun, dalam sepak bola, semua lawan harus tetap dipandang sebagai lawan yang serius. Tidak ada lawan yang jelek. Kami harus bermain lebih baik dan setiap hari mempersiapkan tim,” tuturnya.

Ray menambahkan, seluruh pemain WBFC saat ini dalam kondisi sehat dan suasana tim tetap kondusif menjelang pertandingan penentuan tersebut.

Ia juga berharap Akademi WBFC dapat mencatatkan sejarah dengan menjadi tim pertama yang mengangkat trofi Piala Soeratin Nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2026, apabila mendapat kesempatan meraih gelar juara.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak. Kami sangat rindu kalau Tuhan memberikan dan mengizinkan WBFC menjadi tim pertama yang mengangkat Piala Soeratin Nasional di IKN. Semua pemain sehat dan kondisi tim kondusif. Kami bersyukur atas semua ini. Sampai bertemu di final WBFC versus Persebaya. Terima kasih atas dukungannya,” pungkas Ray.

Partai final melawan Persebaya menjadi kesempatan bagi Akademi WBFC yang berkedudukan di Bandung dan terdaftar sebagai anggota Asprov Jabar untuk menutup perjalanan di putaran nasional dengan gelar juara. Selain memburu trofi untuk dibawa ke Jawa Barat, tim asal Papua Tengah tersebut juga bertekad mempertahankan catatan tanpa kebobolan sepanjang turnamen

Penulis/Editor: Sianturi