SALAM PAPUA (KENYAM) – Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP., mendorong generasi muda agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan bahasa serta budaya daerah sebagai bagian dari identitas diri. Ia menegaskan, generasi muda harus mampu menguasai Bahasa Indonesia, mempelajari bahasa asing, sekaligus tetap mencintai bahasa dan budaya sendiri.
Pesan tersebut disampaikan Yoas saat menghadiri kegiatan Bulan Bahasa yang digelar SMP Negeri Kenyam dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda 2026 di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (19/10/2026).
Menurut Yoas, pendidikan tidak hanya bertujuan membuat siswa mampu menjawab soal ujian, tetapi juga membentuk generasi yang berpikir kritis, santun dalam menyampaikan pendapat, serta mampu menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bupati Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Yoas Beon, S.IP bersama jajaran serta para undangan mengikuti acara Bulan Bahasa sambut HUT Sumpah Pemuda ke-98 di Kenyam, Senin (19/10/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) “Kita juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital. Generasi muda harus mampu menggunakan teknologi untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya, kesatuan bahasa, dan penghormatan terhadap orang lain,” ujar Yoas.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak merasa rendah diri terhadap bahasa dan budaya sendiri. Menurutnya, kemampuan menguasai bahasa lain harus berjalan seiring dengan kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
“Jadilah generasi yang berpengetahuan luas, berkarakter kuat, santun dalam bertutur kata, serta mampu membawa perubahan bagi daerah dan bangsa kita,” pesannya.
Salah satu penampilan vocal grup pada Bulan Bahasa menyambut HUT Sumpah Pemuda ke-98 di Kenyam, Senin (19/10/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Yoas juga mengajak para siswa membangun kebiasaan membaca dan menulis sejak dini. Menurutnya, budaya literasi penting untuk membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, menyampaikan pendapat secara santun, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Ia berharap kegiatan Bulan Bahasa dilaksanakan secara kreatif, inklusif, dan berkelanjutan sehingga memberikan kesempatan kepada seluruh anak untuk berpartisipasi, termasuk mereka yang berada di wilayah pedalaman dan daerah terpencil.
Pemerintah Kabupaten Nduga, lanjutnya, berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi, serta pelestarian budaya lokal sesuai dengan kewenangan dan kemampuan daerah.
Suasana acara Bulan Bahasa menyambut HUT Sumpah Pemuda ke-98 di Kenyam, Senin (19/10/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Bulan Bahasa. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni pembukaan dan perlombaan, tetapi menjadi langkah nyata untuk membangun masyarakat yang gemar membaca, produktif berkarya, serta bangga terhadap bahasa dan budaya sendiri.
Pembukaan Bulan Bahasa ditandai dengan penabuhan tifa oleh Bupati Yoas Beon dan dilanjutkan dengan berbagai penampilan siswa, di antaranya tarian Papua, vokal grup, serta sejumlah perlombaan.
Kepala SMP Negeri Kenyam, Kartika Sari Br Ketaren, S.Pd., Gr., mengatakan kegiatan Bulan Bahasa digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Sumpah Pemuda.
“Kami ingin anak-anak menjadikan kata-kata sebagai kekuatan, sehingga dari literasi dapat lahir prestasi. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat mengembangkan kompetensi diri, menumbuhkan kreativitas, serta menghasilkan karya yang membanggakan,” paparnya.
Kartika menjelaskan, kegiatan Bulan Bahasa di SMP Negeri Kenyam telah dilaksanakan untuk kelima kalinya. Namun, selama dirinya memimpin sekolah tersebut, kegiatan tahun ini merupakan pelaksanaan pertama.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Nduga, Gay Murib, Wakil Ketua II DPRK Nduga, Nus Ganikme, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh gereja, kaum intelektual, serta para kepala sekolah di Kenyam.
Penulis/Editor: Sianturi