SALAM PAPUA (TIMIKA) – Permainan meriam spiritus yang berpotensi membuat kebisingan hingga menimbulkan kebakaran kini mulai marak di Timika hingga memicu perhatian kepolisian.
Kapolsek Mimika Baru, AKP Boby Pratama Putra mengatakan bahwa dua hari terakhir terjadi aksi tawuran antar kelompok anak di bawah umur di Nawaripi. Aksi ini dipicu permainan meriam spiritus, kemudian saling ejek hingga berujung saling serang.
Karena itu, Dia mengimbau kepada para pedagang agar tidak menjual spiritus kepada anak di bawah umur yang rawan menyalahgunakannya untuk membuat mainan berbahaya.
"Kami mengimbau para pelaku usaha, khususnya penjual spiritus, agar lebih memperhatikan siapa yang membeli dan untuk apa barang tersebut digunakan. Jangan sampai barang itu dijual kepada anak di bawah umur dan kemudian disalahgunakan," tegas Boby.
Boby menambahkan, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran aktif orang tua di rumah dinilai sangat krusial untuk mengawasi aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka. Sinergi antara polisi, orang tua, dan tokoh masyarakat menjadi kunci untuk mencegah berbagai gangguan keamanan di Mimika.
Dalam kesempatan yang sama, AKP Boby juga mengatakan bahwa menjelang akhir tahun 2026 akan terjadi potensi peningkatan kasus Curanmor. Untuk itu, Ia mengimbau warga Mimika untuk tidak lengah dalam mengamankan kendaraan pribadi, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
"Jangan sampai kita lalai meninggalkan kunci kendaraan atau memarkir kendaraan di tempat yang mudah dijangkau pelaku kejahatan. Jika perlu, gunakan kunci ganda sebagai pengamanan tambahan agar kendaraan lebih sulit dicuri," pesannya.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy