SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kabupaten Nabire akan menjadi tuan rumah Festival Kopi Papua Tengah 2026 pada 29-30 Oktober mendatang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi petani dan pelaku usaha kopi lokal untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Ketua Panitia Festival, Andreas Gobai menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan.
Ia menegaskan festival ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan wadah nyata untuk memperkuat peran petani, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai ekonomi kopi Papua Tengah.
“Festival kopi ini menjadi kesempatan bagi petani Papua Tengah untuk menunjukkan bahwa daerah kita memiliki potensi kopi yang patut diperkenalkan lebih luas. Petani perlu mendapatkan ruang untuk memperlihatkan hasil produksi, kualitas, serta keunikan kopi dari daerah masing-masing,” ujarnya pada rilis yang diterima salampapua.com, Rabu (21/10/2026).
Festival ini dirancang untuk mempertemukan petani, koperasi, pengelola kafe, dan pelaku usaha kopi dengan para penikmat kopi, roaster, serta calon pembeli potensial.
Selain melalui stan pameran, kegiatan juga memberi ruang bagi petani untuk memperkenalkan karakteristik kopi dari daerah masing-masing, mulai dari cita rasa, asal-usul, hingga cerita di balik proses produksinya.
Gobai menekankan pentingnya keterlibatan petani dalam promosi agar manfaat ekonomi kopi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah penghasil.
Ia berharap festival ini membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai jual produk, serta mendorong kopi Papua Tengah semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.
“Harapan kami, festival ini membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai jual produk, serta mendorong kopi Papua Tengah semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy