Realisasi Keuangan Mimika Capai 50,28 Persen, APBD Perubahan Masuk Evaluasi Provinsi - Suasana Apel Gabungan di Puspem Jalan Poros SP 3, Timika, Senin (19/10/2026)(Salampapua.com/Evita)

Realisasi Keuangan Mimika Capai 50,28 Persen, APBD Perubahan Masuk Evaluasi Provinsi

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Realisasi keuangan Pemerintah Kabupaten Mimika hingga 19 Oktober 2026 mencapai 50,28 persen, sedangkan realisasi pekerjaan fisik telah mencapai 54,72 persen. Di tengah capaian tersebut, APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 kini memasuki tahap evaluasi di tingkat Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyampaikan hal tersebut saat memimpin Apel Gabungan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Jalan SP 3, Senin (19/10/2026).

Emanuel menjelaskan, proses penginputan APBD Perubahan telah selesai dan saat ini dokumen tersebut sedang dievaluasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Setelah proses evaluasi rampung, APBD Perubahan akan ditetapkan melalui peraturan daerah dan keputusan bupati agar dapat segera digunakan.

“APBD Perubahan sudah ditetapkan dan penginputan juga sudah selesai. Saat ini memasuki evaluasi di tingkat Provinsi Papua Tengah. Kalau sudah selesai evaluasi baru akan ditetapkan di dalam peraturan daerah dan keputusan bupati untuk dipergunakan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait realisasi APBD, Emanuel menyebut capaian keuangan hingga 19 Oktober 2026 baru berada di angka 50,28 persen, sementara realisasi pekerjaan fisik mencapai 54,72 persen.

Ia meminta OPD yang realisasi anggarannya masih di bawah 50 persen segera melakukan percepatan, terutama dalam memproses pembayaran termin pekerjaan dan tagihan kepada pihak ketiga.

“Kita punya waktu dua bulan ke depan untuk merealisasikan keuangan maupun pekerjaan fisik. Saya berharap OPD-OPD yang masih di bawah 50 persen segera memproses tagihan termin-termin dalam bentuk uang muka sehingga membantu peningkatan realisasi keuangan,” tegas Emanuel.

Menurutnya, percepatan realisasi diperlukan agar pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah dapat berjalan optimal hingga akhir tahun anggaran.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi