SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Litbang Kompas mengkaji kinerja pemerintahan dan tingkat kepuasan masyarakat. Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tahapan awal kajian tersebut ditandai dengan seminar pendahuluan yang dibuka di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, lantai 3, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, akademisi, unsur pemuda, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santi Sondang, ditegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari jumlah program yang dijalankan maupun besarnya anggaran yang digunakan.
Menurutnya, ukuran utama keberhasilan adalah sejauh mana program dan pelayanan publik memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari banyaknya program, kegiatan, atau besarnya anggaran. Yang paling penting adalah sejauh mana program dan pelayanan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, evaluasi tersebut bukan untuk mencari kelemahan atau kesalahan, melainkan menjadi instrumen objektif untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki.
Hasil kajian diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis data guna mendukung arah pembangunan Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob.
Sementara itu, Peneliti Litbang Kompas, Dimas Okto Danamasi, menjelaskan bahwa kajian tersebut akan mengukur kinerja pemerintahan berdasarkan enam indikator utama, yakni politik dan keamanan, ekonomi, kesejahteraan sosial, demokrasi masyarakat, infrastruktur, serta pelayanan publik.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Survei tatap muka akan melibatkan 400 responden yang tersebar di delapan dari 18 kecamatan di Kabupaten Mimika.
Selain survei, wawancara mendalam akan dilakukan terhadap enam narasumber kunci yang mewakili berbagai kelompok masyarakat, mulai dari tokoh adat, perempuan, pemuda, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan.
Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Brida Mimika, Elcardobes Sapakoly, berharap seminar pendahuluan tersebut dapat menyamakan persepsi para pemangku kepentingan mengenai ruang lingkup, tujuan, dan metodologi penelitian.
Riset yang dijadwalkan berlangsung hingga November 2026 itu diharapkan menghasilkan tiga dokumen, yakni laporan riset kebijakan, naskah akademik sebagai dasar penyusunan strategi pembangunan daerah, serta policy brief yang akan disusun bersama Brida Kabupaten Mimika sebagai rekomendasi kebijakan pembangunan ke depan.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi