SALAM PAPUA (TIMIKA) – Petugas lapangan Program Kampung Sehat yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) mengikuti pelatihan community participation di Hotel Swiss-Belinn, Timika, Rabu (28/1/2026).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas lapangan agar mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 28–30 Januari 2026.

Project Manager Yayasan Care Peduli (YCP) selaku yayasan penanggung jawab pelaksanaan program, Tengku Rodhan, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman tiga mitra pelaksana Program Kampung Sehat dalam melibatkan masyarakat, khususnya tokoh kampung, tokoh agama, dan pemuda.

“Pelatihan ini bertujuan mendorong petugas lapangan agar mampu mengarahkan kemandirian tokoh-tokoh masyarakat di setiap kampung dalam menyikapi isu kesehatan,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, dengan mendorong kemandirian kampung, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam menerapkan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan.

“Pada tahun pertama pelaksanaan, keterlibatan masyarakat dalam Program Kampung Sehat masih belum optimal. Di tahun kedua ini, kami berharap masyarakat tidak lagi menjadi objek, tetapi menjadi subjek sekaligus penggerak perubahan kesadaran terhadap isu kesehatan,” jelasnya.

Tengku menambahkan, Program Kampung Sehat saat ini memberikan pelayanan dan pendampingan kepada 18 kampung. Pihaknya menargetkan pada akhir tahun 2026 terdapat dua hingga empat kampung yang mampu menjadi contoh kampung mandiri dalam isu kesehatan.

“Kami mendampingi 18 kampung dan berharap di akhir tahun nanti ada dua sampai empat kampung yang benar-benar mandiri serta lebih sadar terhadap kesehatan lingkungan,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi