SALAM PAPUA (TIMIKA) – Alumni Pimpinan Cipayung Kabupaten Mimika menggelar forum diskusi bersama Bupati Mimika, Johannes Rettob, membahas kebijakan rotasi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (19/3/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Cafe Titik Kumpul (TKP) ini mengangkat tema “Rotasi Jabatan di Mimika: Menjaga Meritokrasi dan Keadilan bagi Orang Asli Papua (OAP)”.

Dalam diskusi tersebut, rotasi jabatan eselon II, III, dan IV menjadi sorotan karena menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat maupun ASN.

Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa kebijakan rotasi telah melalui proses panjang dan dilakukan berdasarkan kompetensi, serta sejalan dengan visi misi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Proses ini sudah berjalan sejak September, dengan lebih dari 700 jabatan yang harus diperbarui. Hal ini karena adanya pemisahan OPD, pembentukan badan baru, serta penghapusan beberapa organisasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini Pemkab Mimika telah melakukan rolling jabatan sekitar 60 persen, yang disebutnya sebagai salah satu yang terbesar di wilayah Papua.

Menurutnya, seluruh proses dilakukan secara hati-hati melalui rekomendasi Badan Kepegawaian Negara, termasuk melalui tahapan profiling ASN dan uji kompetensi.

“Tidak ada penunjukan sembarangan. Semua melalui usulan pimpinan daerah dan rekomendasi BKN yang menilai kesesuaian pangkat serta kompetensi,” jelasnya.

Terkait keterwakilan Orang Asli Papua (OAP), Johannes memastikan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Ia mengungkapkan, untuk 18 jabatan kepala distrik, terdapat keterwakilan Amungme dan Kamoro sebanyak 4 pejabat, non-OAP 3 pejabat, serta Papua lainnya 15 pejabat.

Sementara itu, untuk jabatan eselon II yang berjumlah 38 posisi, termasuk asisten dan staf ahli, terdapat 7 pejabat dari Amungme dan Kamoro. Masih tersisa 11 jabatan yang akan dilelang karena saat ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

“Jabatan yang masih Plt akan segera dilelang kembali dan ditargetkan selesai setelah libur Lebaran,” pungkasnya.

Forum diskusi ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam memastikan kebijakan rotasi jabatan berjalan transparan, adil, dan berbasis meritokrasi.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi