SALAM PAPUA (DEIYAI) – Kondisi jembatan gantung di Kali Yawei yang menghubungkan tiga kampung, yakni Goopa, Pekepa, dan Dagokebo di Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai, dilaporkan dalam kondisi kritis dan nyaris putus. Akibatnya, aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar-mengajar anak sekolah, lumpuh total dalam beberapa hari terakhir.

Jembatan tersebut merupakan akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak sekolah yang harus menyeberang untuk menuju SD Inpres Dagokebo.

Kepala Sekolah SD Inpres Dagokebo, Saverius Adii, mengatakan kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga.

“Jembatan gantung ini berada sekitar 200 meter di atas permukaan sungai. Sejak terakhir diperbaiki pada tahun 2009, tidak ada perawatan lanjutan dari pemerintah daerah,” ujar Adii kepada salampapua.com, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, tiang-tiang utama jembatan sudah mengalami kerusakan serius. Baut-baut pengikat banyak yang berkarat dan sebagian telah terlepas, sehingga membuat struktur jembatan tidak lagi aman untuk dilalui.

“Masyarakat terpaksa mengikat bagian-bagian jembatan yang rusak menggunakan tali secara manual agar masih bisa dilewati,” katanya.

Namun, kondisi tersebut kini sudah tidak memungkinkan lagi. Warga, termasuk para siswa, tidak dapat menyeberang karena jembatan hampir putus.

“Selama ini kami bersama anak-anak sekolah dan masyarakat dari tiga kampung selalu menggunakan jembatan ini. Tapi sekarang sudah tidak bisa dilewati karena rusaknya sangat parah,” ujarnya.

Akibat kerusakan tersebut, aktivitas belajar-mengajar di SD Inpres Dagokebo terpaksa dihentikan sementara. Pihak sekolah memutuskan meliburkan kegiatan sejak 8 April 2026.

“Untuk sementara kegiatan belajar kami hentikan. Sekolah akan dibuka kembali setelah jembatan diperbaiki,” jelasnya.

Adii pun meminta perhatian serius dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Deiyai, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, DPRK Deiyai, maupun instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Kami mohon perhatian dari pemerintah. Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat dan anak-anak sekolah. Harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Deiyai belum memberikan keterangan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi oleh wartawan.

Kerusakan jembatan ini menjadi perhatian serius, mengingat akses infrastruktur yang layak sangat berpengaruh terhadap aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi