SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bengkoang, umbi yang dikenal kaya
serat dan vitamin C, kini tergolong langka di pasaran Timika. Ketersediaannya
yang terbatas membuat komoditas ini jarang dijumpai, meski tetap diminati
masyarakat.
Salah satu pedagang buah di Jalan Budi Utomo, Ridwan,
mengatakan bahwa pasokan bengkoang baru saja datang dari Surabaya, namun
jumlahnya sangat terbatas.
“Bengkoang sangat langka di Timika. Ini baru datang lagi
dari Surabaya, tapi sedikit sekali. Memang ada petani lokal yang tanam, tapi
produksinya tidak banyak,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Bengkoang yang memiliki nama ilmiah Pachyrhizus erosus ini
biasanya dijual dengan berat antara 200 hingga 500 gram, dengan harga berkisar
Rp25.000 hingga Rp30.000 per buah.
Selain dikonsumsi, bengkoang juga populer di kalangan
perempuan sebagai bahan alami untuk perawatan kulit, seperti masker wajah.
Di tengah kelangkaan bengkoang, buah lain justru mencatat
penjualan tinggi. Apel, khususnya jenis Fuji dan premium, dijual dengan harga
antara Rp60.000 hingga Rp90.000.
Sementara itu, anggur baik hijau maupun hitam menjadi salah
satu buah paling laris dengan harga mencapai Rp150.000 per kilogram.
“Alhamdulillah, anggur juga sangat laris, baik dibeli
perorangan maupun oleh dinas dan perusahaan,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski beberapa komoditas
mengalami keterbatasan pasokan, permintaan terhadap buah-buahan segar di Timika
tetap tinggi.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


