SALAM PAPUA (TIMIKA) - Persatuan Sepak Bola Seluruh
Indonesia (PSSI) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mengembangkan bakat
sepak bola usia dini di Papua melalui Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026
yang berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, 17-18 April 2026.
"Saya mengapresiasi partisipasi PT Freeport Indonesia
yang selalu mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Kepercayaan ini memperkuat
komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui
kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan pelatih berkualitas yang sangat penting
dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda," kata Ketua
Umum PSSI Erick Thohir.
Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI
Nathan Kum mengatakan Freeport terus mendukung pengembangan SDM Papua menuju
Papua Unggul, salah satunya melalui olahraga.
“Kompetisi ini menjadi ruang belajar penting bagi anak-anak
untuk memahami nilai sportivitas, fair play, dan respect atau saling
menghormati sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter,” kata Nathan.
Ia mengatakan melalui turnamen ini, PTFI ingin menghadirkan
pengalaman bertanding yang berkualitas, menjunjung disiplin, kejujuran, dan
semangat kebersamaan.
“Kami berharap anak-anak pulang dengan rasa gembira, mental
yang lebih kuat, serta motivasi untuk terus berlatih dan berkembang,” katanya.
Setiap tahun, FGT berlangsung di Kota Jayapura, Provinsi
Papua dan Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Turnamen ini memperebutkan
gelar juara untuk kategori U-10 dan U12, serta penghargaan fair play untuk
masing-masing kategori.
Secara format, kompetisi menggunakan sistem 7 lawan 7,
dengan setiap tim diperbolehkan mendaftarkan maksimal 15 pemain. Pertandingan
berlangsung dalam durasi 2 x 15 menit dengan waktu istirahat selama 5 menit,
serta menerapkan pergantian pemain tanpa batas.
Turnamen berlangsung secara intensif selama dua hari. Pada
kategori U-10, SSB Nafri keluar sebagai juara 1, disusul SSB Orion Star Sentani
di posisi kedua, SSB Tunas Muda Hamadi sebagai juara ketiga, dan SSB Volta PLN
di peringkat keempat. Sejumlah penghargaan individu juga diberikan sebagai
bentuk apresiasi, yakni Best Player kepada Arkiles Fonataba (SSB Tunas Muda
Hamadi), Best Goalkeeper kepada Herman Isak Manggaprouw (SSB Nafri), serta Team
Fairplay diraih oleh SSB Petra Sentani.
Pada kategori U-12, SSB Putra Yeabhu meraih juara pertama,
diikuti SSB Nafri sebagai juara kedua, SSB Batik di tempat ketiga, dan SSB
Waena sebagai Juara keempat. Penghargaan individu U-12 diberikan kepada Sem
Stenly Neymar Msen (SSB Nafri) sebagai Best Player, Frits Tokoro (SSB Putra
Yeabhu) sebagai Best Goalkeeper, serta Team Fairplay diraih oleh SSB Nafri.
Selain turnamen sepak bola, dalam FGT 2026 juga dibagikan
300 pasang sepatu sepak bola untuk SSB di Jayapura, 400 sepatu sepak bola untuk
SSB di Timika, dan 300 sepatu sepak bola untuk SSB di Gresik.
“Saya senang mengikuti kegiatan FGT ini, karena saya
mendapat sepatu bola baru. Saya jadi lebih semangat berlatih,” kata peserta FGT
dari SSB Volta, Dominic Pahabol.
FGT 2026 di Jayapura diikuti lebih dari 300 anak dan
merupakan pelaksanaan ketiga setelah mulai digelar dua tahun lalu. “Pembinaan
yang dilakukan Freeport Indonesia ini luar biasa. Apalagi melalui akademi sepak
bola yang ada di Freeport, sudah banyak yang pemain yang berkesempatan ke luar
negeri. Ini menjadi bukti nyata kontribusi PTFI yang bekerja sama dengan PSSI
dalam mengembangkan sepak bola di Indonesia Timur, khususnya di Papua” ujar
Ketua PSSI Papua Benhur Tomi Mano.
Ia berharap kepada para orang tua terus mendukung dan
mendorong anak-anak yang memiliki potensi di bidang sepak bola.
“Potensi tersebut tidak hanya untuk Papua, tetapi juga untuk
Indonesia agar bisa berjaya di kancah sepak bola dunia kedepannya,” lanjutnya.
Editor: Jimmy


