SALAM PAPUA (TIMIKA) – Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi
Gratis (MBG) Kabupaten Mimika memastikan sejumlah dapur Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih beroperasi telah memenuhi standar yang
ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas MBG Mimika, Emanuel
Kemong, usai memimpin langsung kegiatan monitoring bersama Kepala BGN Regional
Papua Tengah, Nalen Situmorang, Staf Ahli Bupati Santy Sondang, Loka POM, serta
sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (15/4/2026).
Monitoring dilakukan di sejumlah dapur SPPG, di antaranya
SPPG Mimika Kuala Kencana di Karang Senang 02, SPPG Kitong Bisa, SPPG Mimika
Wania Kamoro Jaya 01, serta SPPG Lahan Pemda di Jalan Poros Mayon SP3.
Selain itu, Satgas juga meninjau langsung proses
pendistribusian MBG di SD Negeri 5 Timika Jaya, Jalan Cenderawasih SP2.
Usai monitoring, Emanuel menegaskan bahwa dapur SPPG yang
tidak dihentikan operasionalnya telah memenuhi standar BGN, termasuk dalam
penerapan protokol kesehatan.
“SPPG yang tidak diberhentikan sudah sangat memenuhi standar
BGN. Petugasnya juga sudah menerapkan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan
masker saat memasak hingga menjaga kebersihan dapur,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh petugas dapur juga telah memenuhi
standar kesehatan yang ditetapkan, mengingat tujuan utama program MBG adalah
memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik.
Menurutnya, pengawasan yang dilakukan oleh BGN berjalan
cukup efektif, sehingga dapur yang tidak memenuhi syarat dapat segera
terdeteksi dan diberikan sanksi.
“Kalau ada yang tidak memenuhi standar, langsung
diberhentikan sementara dan diberikan waktu untuk melakukan perbaikan. Kalau
tidak bisa diperbaiki, maka akan ditutup,” jelasnya.
Emanuel juga mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama
yang ditemukan di sejumlah dapur SPPG adalah belum terpenuhinya sarana
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“IPAL ini wajib dipenuhi. Kita ingin program MBG berjalan
tanpa menimbulkan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BGN Regional Papua Tengah, Nalen
Situmorang, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan kepada
pengelola dapur yang belum memenuhi standar untuk melakukan pembenahan.
“Kami tidak pernah menghentikan operasional dapur secara
mendadak. Selalu diberikan waktu untuk perbaikan, dan saat ini masih dalam
proses,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun operasional dapur yang tidak
memenuhi standar untuk sementara dihentikan, para relawan tetap mendapatkan
pelatihan terkait penanganan makanan.
“Walaupun dapur disuspend, relawan tetap kami latih. Namun
anggaran operasional dapur tetap dihentikan karena tidak beroperasi,”
pungkasnya.
Program MBG di Mimika sendiri terus diawasi secara ketat
guna memastikan kualitas makanan serta keamanan lingkungan tetap terjaga,
seiring upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak di daerah tersebut.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

