SALAM PAPUA (NABIRE) – Seminar dan forum diskusi bertajuk
Penguatan Kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Provinsi Papua Tengah digelar oleh
anggota DPD RI perwakilan Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, di Auditorium RRI
Nabire, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Harapan Papua Tengah Dimulai
dari Pendidikan dan Kesehatan” itu dibuka langsung oleh Gubernur Papua Tengah,
Meki Nawipa, dan dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para
kepala dinas kabupaten se-Papua Tengah, unsur Forkopimda, serta tamu undangan
lainnya.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan bahwa sektor
pendidikan dan kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan Papua Tengah yang
harus diperjuangkan secara serius dan berkelanjutan.
“Masalah pendidikan dan kesehatan adalah hal fundamental
bagi orang Papua. Harus ada yang memulai, ada yang melanjutkan, dan ada yang
menyelesaikan,” ujarnya.
Gubernur secara tegas menyoroti persoalan integritas,
khususnya dalam pengelolaan data sektor pendidikan. Ia mengungkapkan pengalaman
saat awal menjabat, ketika ditemukan lonjakan tidak wajar jumlah siswa di salah
satu PAUD di Kabupaten Paniai.
“Tidak mungkin satu kampung punya seribu anak. Ini
manipulasi data. Kalau kita tidak punya kejujuran, bangsa ini tidak akan maju,”
tegasnya.
Menurutnya, praktik manipulasi data menjadi salah satu
penyebab kebijakan tidak tepat sasaran. Karena itu, ia mendorong pembentukan
tim kecil lintas sektor guna memastikan validitas data, baik di bidang
pendidikan maupun kesehatan.
Di sektor kesehatan, Meki Nawipa mengungkapkan bahwa
Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mengalokasikan anggaran besar untuk
mendukung operasional layanan kesehatan, termasuk rumah sakit di berbagai
daerah.
“Rumah Sakit Nabire saja kita bantu sekitar Rp36 miliar,
padahal mereka sudah punya BLUD sekitar Rp65–70 miliar per tahun. Rumah sakit
lain juga kita bantu,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah provinsi juga mengeluarkan anggaran
besar untuk penanganan korban konflik, termasuk biaya evakuasi medis.
“Kemarin konflik di Puncak Jaya, kita keluarkan hampir Rp20
miliar hanya untuk evakuasi korban,” katanya.
Namun demikian, ia menilai hasil yang dicapai belum
maksimal, sehingga diperlukan perbaikan sistem dan peningkatan kualitas sumber
daya manusia.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen
masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersatu membangun Papua Tengah
melalui perbaikan pendidikan dan kesehatan.
“Tidak ada cara lain. Kita harus perbaiki pendidikan dan
kesehatan. Itu kunci masa depan Papua Tengah,” tutupnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

