SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ketua Dewan Adat Suku Mee, Yehuda Edowai, menyampaikan seruan tegas kepada seluruh masyarakat adat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dapat merusak tatanan kehidupan sosial, budaya, dan wilayah adat di Tanah Papua.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang datang bukan untuk membangun, melainkan untuk mengambil keuntungan dengan cara merugikan masyarakat lokal, termasuk menguasai tanah, memecah persatuan, serta melemahkan nilai-nilai adat.

“Situasi ini tidak boleh dibiarkan. Masyarakat adat harus bangkit dan menjaga apa yang menjadi haknya, baik itu tanah, hutan, maupun martabat sebagai manusia adat,” tegasnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap wilayah adat harus dimulai dari kesadaran individu hingga kolektif. Salah satu langkah penting adalah menjaga diri dari perilaku berisiko seperti seks bebas yang dapat berdampak pada kesehatan, termasuk penyebaran HIV dan penyakit lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga tanah dan hutan adat dari upaya klaim sepihak oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, tanah adat bukan hanya aset ekonomi, tetapi juga identitas dan sumber kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, Yehuda Edowai mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat agar tidak mudah diadu domba oleh kepentingan tertentu. Ia juga menyoroti peran penting para tokoh adat, pemuda, perempuan, dan pemimpin komunitas dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat adalah kekuatan utama. Jika itu rusak, maka seluruh tatanan juga akan ikut melemah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap melestarikan budaya dan adat istiadat sebagai warisan leluhur yang harus dijaga secara turun-temurun.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan agar seluruh elemen masyarakat menghindari hubungan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, khususnya dengan pihak luar seperti pengusaha yang dapat merugikan masyarakat demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Seruan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat adat di Papua untuk tetap bersatu, waspada, dan berkomitmen menjaga tanah serta kehidupan bersama di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

Penulis/Editor: Sianturi