SALAM PAPUA (NABIRE) - Pemerintah Kabupaten Dogiyai
melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat
dan pelaku usaha lokal melalui pelatihan pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan ini menghadirkan materi bertajuk “Membangun Ekonomi
Dogiyai Berbasis HAM dan Komunitas” yang disampaikan oleh penggagas noken ke
UNESCO, Titus Pekei.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kigamani, Distrik
Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Senin (4-5/5/2026).
Dalam pemaparannya, Titus Pekei menekankan pentingnya
pendekatan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada hak asasi manusia (HAM)
dan berbasis komunitas. Ia menyebutkan bahwa masyarakat harus menjadi subjek
utama dalam setiap proses pembangunan, bukan sekadar objek.
Menurutnya, pembangunan ekonomi berbasis HAM harus menjamin
perlindungan hak masyarakat atas tanah, sumber daya alam, budaya lokal, serta
keberlanjutan lingkungan hidup.
“Pembangunan ekonomi harus memastikan masyarakat menjadi
pelaku utama dalam mengelola potensi daerahnya, sehingga manfaatnya dapat
dirasakan secara adil dan merata,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Dogiyai memiliki
potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan pengelolaan
sumber daya alam berbasis masyarakat. Potensi tersebut dinilai perlu
dikembangkan secara terarah sesuai karakteristik wilayah dan budaya lokal.
Selain itu, Titus menyoroti pentingnya penguatan ekonomi
komunitas melalui pengembangan koperasi kampung, peningkatan kapasitas sumber
daya manusia, pemberdayaan usaha perempuan, serta penerapan ekonomi hijau yang
berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Dogiyai menyambut baik materi tersebut
sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan masyarakat dalam merancang
pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dan pelaku UMKM
semakin memahami bahwa arah pembangunan ekonomi Dogiyai ke depan harus bertumpu
pada kekuatan lokal, nilai-nilai adat, serta kemandirian dalam mengelola
potensi daerah.
Penulis: Elias
Editor: Jimmy

