Foto bersama Yayasan Gerbang Terang Timur dengan para guru, orang tua, undangan dan para siswa TK Nangmora usai festival budaya dan penamatan di Mile-32 Kuala Kencana, Jumat (19/6/2026)(Salampapua.com/Sianturi)
SALAM PAPUA (TIMIKA) – TK Nangmora menggelar Festival Budaya Anak dan Penamatan Angkatan VI Tahun Ajaran 2025/2026 dengan mengusung tema “Bangkitlah dan Menjadi Terang Bagi Tempat Di Mana Engkau Tinggal” (Arise and Be Light Unto the Place Where You Live) (Amitee Ao E Jongam Tee Nang In Enete (Bahasa Amungme) dari Yesaya 60:1, di Mile-32, Distrik Kuala Kencana, Timika, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat subtema “Mempersiapkan Generasi Emas Papua yang Beriman, Berbudaya, Berprestasi, serta Mengembangkan Talenta dan Kreativitas Anak Sebagai Terang yang Membawa Harapan bagi Masa Depan Papua.”
Acara dihadiri Pembina Yayasan Gerbang Terang Timur (YGTT), Araminus Omaleng, Ketua YGTT Agustina M. Jarisetouw, SH, para hamba Tuhan, para guru dan para orang tua murid, serta sejumlah tamu undangan.
Foto bersama para siswa TK Nangmora Mile-32 Kuala Kencana Timika usai festival budaya dan penamatan di Kuala Kencana, Jumat (19/6/2026)(Salampapua.com/Sianturi) Festival budaya berlangsung meriah dengan penampilan para siswa yang mengenakan pakaian adat Suku Amungme. Selain itu, para mama-mama juga membuka pasar budaya yang menjual berbagai hasil kebun seperti sayuran dan umbi-umbian sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal kepada anak-anak dan juga berbagai cinderamata berupa noken, pernak-pernik khas Papua dan miniature honai.
Sebanyak 31 siswa TK A dan TK B mengikuti prosesi penamatan pada tahun ini. Dalam penyampaian Firman Tuhan, Ketua Klasis Kingmi Tembagapura, Pdt. Christian Jangkup, mengangkat tema dari Yesaya 60:1 yang berbunyi, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”
Menurutnya, terang sangat dibutuhkan dalam kehidupan, sebagaimana lampu yang menerangi aktivitas saat malam hari. Ia menjelaskan bahwa nama Nangmora sendiri memiliki makna "terang", sehingga pendidikan menjadi sarana penting untuk membawa perubahan bagi generasi muda Papua.
“Anak-anak membutuhkan pendidikan agar mampu mengubah masa depan mereka. Karena itu, orang tua harus mengantar dan menyekolahkan anak-anak dengan baik. Bangsa Israel bisa bangkit karena pendidikan, dan hal yang sama harus dilakukan oleh orang tua saat ini,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para guru agar terus bersemangat dalam mendidik anak-anak karena jasa seorang guru tidak akan pernah dilupakan. Selain itu, ia mengutip Mazmur 119:105 yang menegaskan bahwa Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kehidupan manusia.
Sementara itu, mewakili tokoh Suku Amungme, Elfinus Omaleng menceritakan perjalanan panjang berdirinya TK Nangmora. Menurutnya, sekolah tersebut dibangun melalui perjuangan yang tidak mudah, mulai dari memanfaatkan bangunan bekas kantor lurah hingga menggunakan ruko sebagai tempat belajar sebelum akhirnya berkembang seperti saat ini.
“Sekolah ini dibangun dengan banyak perjuangan dan air mata. Namun hari ini kita bersyukur karena sudah berkembang dan menjadi tempat yang baik bagi anak-anak untuk belajar,” katanya.
Elfinus mengapresiasi langkah TK Nangmora yang mulai mengembangkan kurikulum berbasis budaya lokal Amungme sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya sejak usia dini.
“Yang luar biasa saat ini sekolah mulai memikirkan kurikulum yang sesuai dengan budaya Amungme. Sebagai keluarga besar Amungme, kami sangat mendukung langkah ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan sekolah, termasuk YPMAK, PT Petrosea, dan para mitra lainnya.
Ketua YGTT Agustina M. Jarisetouw pada kesempatan itu mengatakan, bahwa acara penamatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang menggabungkan dengan konsep festival budaya khususnya Suku Amungme dan pengucapan syukur.
“Kali ini kami mulai mengangkat dan mengimplementasikan kurikulum berbasis lokal sehingga Festival Budaya Amungme di tahun ajaran baru yang benar-benar konteks lokal dan menjadi pengantar awal, bahwa TK Nangmora benar-benar menerapkan kurikulum itu dengan pelan-pelan sehingga pakaian, makanan yang disajikan sesuai budaya Suku Amungme,” ujarnya.
Bahkan pihaknya sudah memperkenalkan buku sesuai tema pembelajaran meski belum lengkap hingga 12 tema dan didalamnya berisikan pembelajaran tentang Suku Amungme dengan lingkungan di Mimika.
“Kami juga memperkenalkan pahlawan yang ada di Mimika seperti Bapak Mozes Kilangin karena itu orang mereka sendiri dan menjadi pelopor pendidikan. Juga belajar tentang Gunung Nemangkawi, bukan lagi belajar tentang Pulau Jawa sehingga festival ini menjadi perkenalan budaya dan yang membedakannya dengan TK yang lain,”imbuhnya.
Sedangkan Pembina Araminus Omaleng pada kesempatan itu menambahkan bahwa semua bisa terjadi hanya karena kemurahan Tuhan Yesus sehingga bisa menamatkan angkata ke-6 TK Nangmora.
“Mungkin saya berdiri sendiri namun di belakang saya berdiri ribuan yang memberikan dukungan kepada kami TK Nangmora,” paparnya.
Araminus juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak seperti PT Petrosea, para orang tua dan semua pihak yang sudah memberikan dukungan sehingga ke depan bisa membuat perubahan dan merubah kebiasaan yang ada dan meski diawali dengan hal kecil, namun ke depan anak-anak akan melakukan hal yang besar.
Sementara itu Manager External PT Petrosea, Donny Kabiai, mengatakan pihaknya mendukung berbagai program yang berorientasi pada pembangunan masa depan masyarakat Papua, termasuk sektor pendidikan.
“Jika ada sesuatu yang dilakukan untuk membangun masa depan, tentu akan selalu kami dukung. Sebagai perusahaan yang dipercaya bekerja bersama PT Freeport Indonesia, kami memiliki komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Papua,” katanya.
Perwakilan orang tua siswa, Demianus Magai, menyampaikan rasa terima kasih kepada Yayasan Gerbang Terang Timur, PT Freeport Indonesia, PT Petrosea, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan TK Nangmora.
Ia berharap lulusan TK Nangmora kelak menjadi generasi penerus yang mampu memberikan kontribusi besar bagi Papua.
“Kami berharap ke depan akan lahir Araminus-Araminus baru dari anak-anak terang TK Nangmora. Atas nama orang tua, kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sekolah ini,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran TK Nangmora sangat membantu masyarakat karena memberikan layanan pendidikan secara gratis kepada anak-anak. Kegiatan ditutup dengan prosesi penyematan selempang kepada para siswa yang lulus serta penampilan lagu “Terima Kasih” oleh siswa TK B yang berlangsung penuh haru dan diakhiri dengan Wisisi dan ramah tamah.
Penulis/Editor: Sianturi