Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, Kabupaten Nduga, Dr Nataniel Hadi (kiri) bersama pasien anak Ipana Sabeye (tengah) setibanya di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Minggu (21/6/2026)(Dokumen Pribadi dr Hadi)
SALAM PAPUA (MAKASSAR) – Seorang pasien anak asal Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, bernama Ipana Sabeye, akhirnya tiba di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan setelah menjalani proses rujukan berjenjang dari Kenyam hingga Timika.
Kabar tersebut disampaikan Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP melalui Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, dr. Nataniel Hadi yang turut mendampingi pasien anak tersebut hingga di Makassar, kepada Salampapua.com, Minggu malam (21/6/2026).
Menurut dr. Nataniel, Ipana sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Elvrida Sara Kenyam sebelum dirujuk ke RSUD Mimika. Setelah mendapatkan penanganan medis selama kurang lebih dua pekan di Timika, tim dokter memutuskan untuk merujuknya ke RS Kemenkes Wahidin Sudirohusodo Makassar guna memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan medisnya.
"Puji Tuhan, hari ini Ipana telah tiba di Makassar dan langsung mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Kemenkes Wahidin Sudirohusodo," ujar dr. Nataniel.
Ia menjelaskan, proses penanganan dan rujukan pasien tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Nduga. Langkah itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Yoas Beon dalam memastikan seluruh masyarakat Nduga memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak, termasuk bagi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan di luar Papua.
Menurutnya, Ipana sebelumnya sempat dibawa keluarganya ke Wamena untuk mendapatkan pengobatan. Saat itu, tenaga medis menyarankan agar pasien dirujuk ke Jayapura. Namun karena keterbatasan biaya, proses rujukan tersebut tidak dapat dilanjutkan oleh pihak keluarga.
"Kondisi ini kemudian diketahui pimpinan daerah. Setelah menerima informasi dari keluarga, pasien dijemput di kediamannya di Kenyam untuk mendapatkan perawatan di RSUD Mimika sebelum akhirnya dirujuk ke Makassar," jelasnya.
Selain membutuhkan penanganan medis serius, Ipana diketahui merupakan seorang anak yatim piatu. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendampingannya.
"Setelah mengetahui bahwa anak ini yatim piatu, saya bertekad membantu dan mendampinginya seperti anak saya sendiri agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," ungkap dr. Nataniel.
Pemerintah Kabupaten Nduga berharap seluruh proses pengobatan yang kini dijalani Ipana di Makassar dapat berjalan lancar sehingga kesehatannya segera pulih dan dapat kembali beraktivitas bersama keluarga serta masyarakat di kampung halamannya.
Kasus ini menjadi salah satu contoh nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Nduga dalam memastikan masyarakat, khususnya warga yang mengalami keterbatasan ekonomi dan akses layanan kesehatan, tetap memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang memadai hingga ke rumah sakit rujukan tingkat nasional.
Bupati Nduga juga terus mengupayakan peningkatan layanan kesehatan di RSUD Elvrida Sara Kenyam secara bertahap, dan kemudian bila mana ada pasien yang harus dirujuk, Pemerintah selalu siap agar semua masyarakat dapat terlayani.
Penulis/Editor: Sianturi