Pemkab Mimika Jajaki Kerja Sama Dengan Prof Elwin Tobing Untuk Atasi Krisis Literasi Di Mimika

Pemkab Mimika Jajaki Kerja Sama Dengan Prof Elwin Tobing Untuk Atasi Krisis Literasi Di Mimika Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong dan Kadisdik Mimika, Antonius Welerubun saat melakukan audiensi dengan akademisi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, Prof Elwin Tobing, di Jakarta, Rabu (17/6/2026)(Dokumen Humas Pemkab Mimika)

SALAM PAPUA (JAKARTA) – Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satu langkah yang kini ditempuh adalah menjajaki kerja sama dengan akademisi diaspora Indonesia yang berkiprah di Amerika Serikat, Prof Elwin Tobing, untuk memperkuat literasi membaca di kalangan pelajar, khususnya anak-anak di wilayah pedalaman.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, peningkatan kemampuan membaca menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah mengingat masih ditemukan siswa sekolah dasar yang belum memiliki kemampuan literasi dasar secara memadai.

“Fokus kami adalah bagaimana meningkatkan literasi membaca. Kita akui masih banyak anak-anak, bahkan hingga kelas 5 SD, yang belum bisa membaca,” ujar Johannes usai melakukan audiensi dengan Prof Elwin Tobing di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Johannes, pengalaman dan program pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki Prof Elwin Tobing berpotensi menjadi referensi penting dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Mimika. Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dalam bentuk pendampingan intensif bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca.

Program tersebut dirancang dengan melibatkan tenaga lokal yang akan direkrut dan diberdayakan untuk mendampingi proses pembelajaran membaca di kampung-kampung. Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika juga akan dilibatkan untuk memastikan program berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Sebagai tahap awal, Pemkab Mimika akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap siswa yang belum mampu membaca. Pendataan dilakukan secara detail berdasarkan nama dan sekolah guna memastikan setiap intervensi yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

“Setelah data terkumpul, baru kita tindak lanjuti dengan kerja sama resmi melalui MoU dan perjanjian kerja sama,” katanya.

Johannes menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, selain fokus pada peningkatan literasi membaca, Pemkab Mimika juga terus mendorong penguatan kemampuan numerasi melalui kerja sama dengan Prof Yohanes Surya yang telah lebih dahulu diformalkan.

Ia menekankan bahwa arah pembangunan Kabupaten Mimika tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

“Kita membangun dari kampung ke kota. Jadi yang kita dorong bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat, termasuk pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan akademisi, lembaga pendidikan, dan sektor swasta, Pemkab Mimika berharap upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan lebih cepat dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama generasi muda di wilayah kampung dan pedalaman. (Sumber: Media Rilis JoEl)

Editor: Sianturi