SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggelar program Nikah Massal Orang Asli Papua (OAP) dan layanan Jemput Bola (Jempol) Administrasi Kependudukan (Adminduk) di wilayah pesisir Mimika.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika yang akan diperingati pada 8 Oktober 2026.
Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo, mengatakan sebanyak 49 pasangan mengikuti prosesi nikah massal yang dilaksanakan di Kantor Distrik Mimika Barat, Kokonau.
Dalam kegiatan tersebut, Disdukcapil menyerahkan langsung dokumen kependudukan kepada pasangan yang menikah, berupa akta perkawinan, kartu keluarga, KTP suami dan istri dengan status perkawinan terbaru, serta akta kelahiran anak. Setiap pasangan juga menerima souvenir sebagai bentuk penghargaan.
“Bukan hanya nikah massal, tim Jempol Adminduk juga hadir di Distrik Mimika Barat Tengah pada 19–21 September untuk melayani masyarakat Kampung Akar dan Wumuka,” ujar Slamet, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, pelayanan berlangsung hingga malam hari dengan capaian pencetakan 98 KTP-el, 11 perekaman KTP-el bagi pemula berusia 17 tahun, 43 kartu keluarga, 133 Kartu Identitas Anak (KIA), dan 43 akta kelahiran.
Ia menambahkan, di Distrik Mimika Tengah, Disdukcapil bersama Puskesmas Atuka juga menggelar pelayanan terpadu kesehatan dan adminduk di lima kampung, yakni Atuka, Keakwa, Aikawapuka, Mioko, dan Timika Pantai.
“Masih dalam rangkaian HUT ke-30, Dukcapil selanjutnya akan menjadwalkan pelayanan ke Distrik Mimika Barat Jauh, Jita, dan Agimuga hingga awal Oktober,” jelasnya.
Slamet mengatakan, program jemput bola tersebut merupakan bentuk komitmen Disdukcapil untuk menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung kepada masyarakat, sekaligus membangun database kependudukan yang valid, akurat, dan terintegrasi menuju Mimika Satu Data.
Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Barat, Christian Warrinusy, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Disdukcapil, Distrik Mimika Barat, Paroki Kokonau, GKI Imanuel Kokonau, serta Dharma Wanita Persatuan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, program tersebut memudahkan masyarakat pesisir untuk mendapatkan kepastian administrasi atas pernikahan yang telah dilaksanakan.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi