SALAM PAPUA (NABIRE) – Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Papua Tengah, Yustinus Pigai, menyatakan siap membenahi dan meningkatkan pembinaan tinju di delapan kabupaten di Papua Tengah.
Hal itu disampaikan Yustinus usai pengukuhan Pengurus Pertina Provinsi Papua Tengah Masa Bakti 2025–2029 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 006/2026, di Restoran Jakarta, Karang Mulia, Nabire, Selasa (22/9/2026).
Yustinus mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah mempersiapkan atlet dari delapan kabupaten untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.
“Kami siap melakukan persiapan di delapan kabupaten untuk Porprov bulan Oktober ini,” kata Yustinus.
Selain Porprov, atlet Papua Tengah juga dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju di Jakarta yang dijadwalkan pada 19-25 Oktober 2026.
Yustinus mengajak generasi muda di delapan kabupaten untuk serius berlatih sesuai bakat dan kemampuan masing-masing serta tidak mudah menyerah
“Mari bekerja sebagai pribadi, jati diri, keluarga, daerah, serta Papua Tengah untuk bagaimana membela Papua Tengah dan Indonesia di dunia. Organisasi tinju adalah olahraga resmi dunia,” ujarnya.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan pengurus Pertina di kabupaten untuk meningkatkan pembinaan tinju di Papua Tengah.
Menurutnya, atlet-atlet terbaik dari setiap kabupaten akan dipantau dan dipanggil untuk memperkuat Papua Tengah pada berbagai ajang tingkat nasional.
“Siapa yang terbaik akan mewakili Papua Tengah pada ajang-ajang tingkat nasional. Kami akan panggil untuk memberikan yang terbaik,” katanya.
Ia juga mengajak atlet muda maupun atlet yang sudah pernah naik ring untuk terus mengasah kemampuan agar dapat berprestasi dan membela Papua Tengah.
Untuk mendukung pembinaan tersebut, Yustinus berharap dukungan dari pemerintah kabupaten serta Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Mari kita dukung generasi emas tinju Papua Tengah untuk membela Papua Tengah, Indonesia, maupun dunia,” pungkasnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi