SALAM PAPUA (NABIRE) – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah, Yosua Tipagau, meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) yang telah dikukuhkan segera melakukan konsolidasi organisasi di delapan kabupaten untuk membentuk dan membenahi kepengurusan cabor.
Hal itu disampaikan Yosua saat ditemui usai memimpin pengukuhan tiga pengurus cabor di Aula Restaurant Jakarta, Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Sabtu (26/9/2026).
"Kita sudah telat. Event bergengsi nasional dan provinsi semakin mepet, tetapi cabor yang ada segera membenahi atlet di cabor masing-masing," tegasnya.
Menurut Yosua, sebagai daerah otonomi baru (DOB), Papua Tengah perlu mempersiapkan cabor dan atlet secara maksimal agar dapat berpartisipasi sekaligus membawa nama Provinsi Papua Tengah dalam berbagai ajang olahraga.
Ia mengatakan, KONI Papua Tengah sebelumnya telah menggelar rapat secara kolektif dengan KONI kabupaten sekitar dua bulan lalu. Dalam rapat tersebut, KONI delapan kabupaten diminta segera mempersiapkan atlet sekaligus membenahi organisasi cabor di masing-masing daerah.
"Kami mengharapkan kepada delapan bupati di wilayah Papua Tengah untuk mendukung penuh KONI dalam membenahi atlet jelang Pra-PON dan PON mendatang," ujarnya.
Untuk menjaring atlet potensial, KONI Papua Tengah juga akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pra-PON dan PON.
Yosua mengatakan, KONI Papua Tengah telah mengarahkan KONI kabupaten agar terlebih dahulu melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan dan kompetisi untuk mempersiapkan atlet.
"Kami sudah arahkan supaya kabupaten mendahului kami untuk mempersiapkan atlet dengan bentuk apa pun," katanya.
Setelah seluruh cabor dikukuhkan, KONI Papua Tengah berencana menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Namun, karena keterbatasan waktu, pelaksanaannya kemungkinan dikemas dalam bentuk Kejurda tingkat provinsi.
"Setelah kami lantik semua cabor, kami akan bentuk Pekan Olahraga Provinsi, tapi mungkin kami lebih simpel karena waktu, mungkin Kejuaraan Daerah Provinsi," jelasnya.
Ia berharap atlet-atlet yang terjaring melalui kompetisi tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari kontingen Papua Tengah dalam proses seleksi menuju Pra-PON 2027.
"Harapannya, atlet yang nanti ditemukan pada event tersebut bakal mewakili Papua Tengah untuk seleksi pada Pra-PON tahun 2027," pungkasnya.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi