Akademi WBFC Juara Piala Soeratin U-17 2026, Comeback Taklukkan Persebaya 2-1 Akademi Wamanat Bhintuka Football Club (WBFC) Juara Piala Soeratin U-17 Tahun 2026 usai mengalahkan Persebaya Surabaya 2-1di Lapangan Training Center 1 PSSI, Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (24/10/2026)(Salampapua.com/Dokumen Akademi WBFC)

Akademi WBFC Juara Piala Soeratin U-17 2026, Comeback Taklukkan Persebaya 2-1

SALAM PAPUA (IBU KOTA NUSANTARA) – Akademi Waamanat Bhintuka Football Club (WBFC) sukses menjuarai Putaran Nasional Piala Soeratin U-17 2026 setelah bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Persebaya Surabaya, Jawa Timur, dengan skor 2-1 pada partai final di Lapangan Training Center 1 PSSI, Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (24/10/2026).

Sempat tertinggal 0-1 pada babak pertama, Akademi WBFC membalikkan keadaan melalui gol penyeimbang pada menit ke-49 dan gol kemenangan yang dicetak Lorenzo Komangal alias Onco pada menit ke-64.

Kemenangan ini sekaligus membalas tantangan Persebaya yang sebelumnya juga dikalahkan WBFC dengan skor 4-0 pada babak penyisihan. Namun, pada partai final, Persebaya tampil lebih kompetitif dan mampu mengimbangi permainan anak-anak asuhan Akademi WBFC.

Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain dengan kewaspadaan tinggi dan berusaha menjaga pertahanan masing-masing. Persebaya akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-20 setelah berhasil menjebol gawang WBFC. Keunggulan 1-0 untuk Persebaya bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, ketertinggalan tersebut tidak menyurutkan semangat para pemain WBFC. Mereka meningkatkan tekanan dan terus menggempur pertahanan lawan untuk mencari gol penyeimbang.

Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-49. Berawal dari serangan lini tengah, WBFC memanfaatkan bola muntah dari kiper Persebaya yang kemudian diselesaikan dengan baik di dalam kotak penalti. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Pertandingan semakin sengit karena kedua tim sama-sama memburu gol kemenangan. WBFC kemudian tampil lebih agresif dan berulang kali menekan pertahanan Persebaya.

Setelah sejumlah peluang belum membuahkan hasil, serangan dari sisi kanan akhirnya menjadi penentu. Bola yang diarahkan ke jantung pertahanan Persebaya disambut sundulan Lorenzo Komangal alias Onco pada menit ke-64. Gol tersebut membawa WBFC unggul 2-1 dan disambut sorak-sorai para pemain serta pendukungnya.

Hingga pertandingan berakhir, Persebaya berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi WBFC mampu mempertahankan keunggulan. Hasil tersebut memastikan Akademi WBFC keluar sebagai juara nasional Piala Soeratin U-17 2026.

Manajer Akademi WBFC, Ray Manurung, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan timnya meraih gelar juara. Ia mengakui partai final tidak mudah, terlebih setelah timnya kebobolan lebih dahulu.

“Puji Tuhan, bersyukur semua karena kebaikan Tuhan Yesus kepada WBFC hari ini. Padahal partai final ini tidak mudah karena kita kebobolan duluan. Kita melihat motivasi Persebaya yang mendapatkan kesempatan kedua melawan kita di final sangat tinggi, dengan taktik dan gaya bermain yang berbeda juga,” ujar Ray seusai pertandingan.

Ia menilai para pemain WBFC tetap menunjukkan permainan yang baik dan konsisten meskipun tim harus melakukan penyesuaian setelah Don Magal, yang disebutnya sebagai jenderal lapangan WBFC, diganti dengan Akbar.

Menurut Ray, perubahan tersebut turut memengaruhi pola serangan tim, terutama dalam membangun permainan dari kaki ke kaki yang sebelumnya menjadi salah satu kekuatan WBFC untuk menembus pertahanan lawan.

“Tapi di luar itu semua, anak-anak bermain dengan konsisten sampai akhir dan bisa membalikkan keadaan sehingga kita menang 2-1. Ini semua hasil kerja anak-anak dan hasil latihan yang cukup lama, bukan dalam hitungan hari, bahkan bertahun-tahun,” katanya.

Ray juga menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan berjenjang yang melibatkan sejumlah pelatih. Pada kelompok usia U-13, para pemain dibina oleh Coach Rocky dan pelatih lainnya, sebelum dilatih oleh Budiman Yunus pada kelompok usia U-17.

Ia berharap para pemain dapat terus berkembang dan melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jadi kita sekali lagi bersyukur dan berharap anak-anak dapat terus naik ke level berikutnya. Hari ini WBFC mewakili Jawa Barat secara akademi, tetapi secara akar kita sangat bangga membawa tim dari Kampung Waa Banti bisa mengangkat trofi tertinggi U-17 di PSSI di Nusantara Indonesia ini. Ini kebanggaan karena kami bisa mengalahkan tim-tim besar seperti Persija dan di final Persebaya,” jelasnya.

Ray turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jawa Barat, masyarakat Kampung Waa Banti, dan seluruh masyarakat Kabupaten Mimika atas dukungan yang diberikan kepada tim.

Ia juga berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan pada tahun berikutnya. Selain itu, kelompok usia U-15 WBFC diharapkan mampu mengikuti jejak tim U-17.

Ray turut memberikan apresiasi kepada Persib U-15 yang juga meraih gelar juara pada kelompok usianya, serta PSA PTFI yang berhasil melaju hingga partai final meskipun belum menjadi juara.

Pelatih Kepala Akademi WBFC, Budiman Yunus, juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan anak asuhnya menjuarai kompetisi sepak bola usia muda tingkat nasional tersebut.

“Alhamdulillah, kita bisa menjuarai Piala Soeratin 2026. Ini karena hasil kerja keras para pemain dan manajemen yang sudah mendukung penuh mempersiapkan tim ini,” ujar Budiman.

Ia menyebut kemenangan tersebut menjadi kado ulang tahun bagi Ibu Berti Manurung.

“Kemenangan ini sebagai kado ulang tahun Ibu Berti Manurung,” katanya.

Budiman mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas dengan pencapaian tersebut. Ia meminta mereka terus berlatih, bekerja keras, dan mengejar cita-cita hingga menjadi kenyataan.

“Harapan ke depannya, semoga anak-anak jangan cepat puas dan terus berlatih serta mengejar mimpinya sampai menjadi kenyataan,” ujarnya.

Ia juga berharap pembinaan Akademi WBFC dapat berlanjut hingga tingkat senior sehingga para pemain memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan membangun tim yang tangguh serta kompetitif.

“Buat tim ini terus dipertahankan sampai ke senior, biar menjadi tim yang tangguh dan kompetitif,” tambahnya.

Gelar juara nasional Piala Soeratin U-17 2026 menjadi pencapaian penting bagi Akademi WBFC. Keberhasilan ini sekaligus membawa kebanggaan bagi masyarakat Kampung Waa Banti, Kabupaten Mimika, serta Papua Tengah melalui pembinaan sepak bola usia muda di tingkat nasional.

Editor: Sianturi