SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Timika menjelaskan bahwa air hujan secara umum masih dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama untuk kebutuhan nonkonsumsi.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Pertama BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Timika, Tesla Kadar Dzikiro, mengatakan masyarakat dapat menampung air hujan, namun disarankan mengendapkannya terlebih dahulu sebelum digunakan.
Tesla menjelaskan, BMKG Timika saat ini belum memiliki alat khusus untuk memeriksa kandungan kimia dalam air hujan. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan secara detail partikulat atau zat lain yang mungkin terbawa air hujan, terutama dalam kondisi kabut asap yang terjadi belakangan ini.
“Karena itu, kami tidak bisa memastikan secara detail ada partikulat apa saja yang terbawa, apalagi dengan adanya asap dari Merauke,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Menurut Tesla, sebagai langkah mitigasi sederhana, masyarakat dapat mengendapkan air hujan selama satu hingga dua hari sebelum digunakan.
“Jika saat ditampung tercium bau atau ada indikasi tertentu, sebaiknya ditahan dulu. Tetapi bila digunakan bukan untuk dikonsumsi, insyaallah masih aman-aman saja,” jelasnya.
Ia mengatakan imbauan tersebut menjadi langkah kehati-hatian, mengingat sebagian wilayah Timika masih mengalami keterbatasan air akibat kondisi kekeringan.
Masyarakat diharapkan tetap dapat memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan nonkonsumsi dengan memperhatikan kondisi air sebelum digunakan.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi