SALAM PAPUA (TIMIKA) – Cuaca panas yang kerap melanda Timika dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius, terutama bagi kesehatan masyarakat. Paparan panas yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan lainnya apabila tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.

Timika dikenal memiliki iklim tropis dengan suhu dan kelembapan yang relatif tinggi. Dalam kondisi tersebut, tubuh cenderung kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Tanpa disadari, kekurangan cairan dapat memicu pusing, lemas, konsentrasi menurun, bahkan berujung pada heat exhaustion atau heat stroke.

Tenaga kesehatan mengingatkan bahwa hidrasi merupakan langkah paling sederhana namun sangat penting untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Air berperan menjaga suhu tubuh tetap stabil, melancarkan peredaran darah, membantu kerja organ vital, serta mendukung aktivitas fisik sehari-hari.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, seperti pekerja bangunan, pedagang, pengemudi ojek, nelayan, serta pelajar, menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu membawa air minum sendiri dan mengonsumsi cairan secara berkala.

Selain air putih, asupan cairan juga dapat diperoleh dari buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti semangka, pepaya, jeruk, dan nanas. Namun, konsumsi minuman berkafein dan beralkohol sebaiknya dibatasi karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan diharapkan turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya hidrasi, terutama di tengah perubahan cuaca yang semakin ekstrem. Penyediaan air minum di ruang publik dan tempat kerja juga dinilai sebagai langkah preventif yang efektif.

Dengan menjaga kecukupan cairan setiap hari, masyarakat Timika diharapkan dapat tetap sehat, produktif, dan terhindar dari dampak buruk cuaca panas. Langkah sederhana seperti minum air secara teratur menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan di tengah iklim tropis Papua Tengah. (Infosehat)

Editor: Sianturi