SALAM PAPUA (NDUGA) – Direktur baru RSUD Elvrida Sara, Kabupaten
Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Dr. dr. Nataniel Imanuel Hadi, M.Kes, FISQua,
melaksanakan kunjungan perdana sekaligus perkenalan resmi bersama seluruh
civitas hospitalia, Jumat (20/2/2026) lalu.
Momentum ini menjadi awal kepemimpinan yang berorientasi
pada peningkatan mutu pelayanan, penguatan tata kelola, serta komitmen
menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Nduga.
Dalam sambutannya, dr. Nataniel menyampaikan terima kasih
kepada Bupati Nduga, Yoas Beon, atas kepercayaan yang diberikan. Ia juga
mengapresiasi dukungan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga, Ahmad Lokbere,
serta seluruh masyarakat Nduga.
“Kepercayaan dan dukungan ini adalah amanah besar. Saya siap
bekerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk membawa RSUD Elvrida
Sara semakin maju,” tegasnya.
Dr. Nataniel telah mengabdi selama 22 tahun di wilayah Papua
Pegunungan, masing-masing 13 tahun di Tolikara, 5 tahun di Lanny Jaya, dan 4
tahun di Yalimo. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur RSUD Tiom serta
menjadi direktur pertama yang membuka pelayanan perdana di RSUD Er Dabi,
Kabupaten Yalimo.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan salam perpisahan
dan terima kasih kepada seluruh civitas hospitalia RSUD Er Dabi atas kerja sama
dan dedikasi selama masa pengabdiannya.
Dalam arah kebijakannya, dr. Nataniel menegaskan komitmen
menghadirkan pelayanan 24 jam secara optimal melalui: Penguatan layanan IGD dan
rawat inap 24 jam, pelengkapan sarana dan prasarana, pengadaan alat kesehatan
sesuai standar, dan rekrutmen tambahan dokter umum, dokter gigi, dan dokter
spesialis.
Menurutnya, pelayanan kesehatan harus hadir tanpa batas
waktu dan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
RSUD Elvrida Sara memiliki sejumlah keunggulan strategis,
antara lain dukungan kuat pemerintah daerah serta ketersediaan lahan seluas
1.000 x 500 meter salah satu yang terluas di Papua Pegunungan yang membuka
peluang pengembangan fasilitas kesehatan terpadu di masa depan.
Manajemen rumah sakit juga telah menggelar rapat perdana
bersama seluruh staf sebagai langkah konsolidasi internal dan penguatan
komitmen pelayanan.
RSUD Elvrida Sara akan mempersiapkan diri mengikuti survei
akreditasi dengan target Lulus Paripurna melalui pendampingan intensif dari
Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Setelah lulus akreditasi, rumah sakit
akan menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan guna mengoptimalkan akses
pelayanan kesehatan bagi masyarakat Nduga.
Selain itu, RSUD Elvrida Sara menyatakan kesiapan mendukung
Program Quick Wins Presiden Prabowo Subianto, termasuk peningkatan kelas rumah
sakit dari Tipe D Pratama menjadi Tipe C.
Ke depan, manajemen akan fokus pada peningkatan kapasitas
sumber daya manusia melalui pelatihan bagi tenaga kesehatan maupun
non-kesehatan. RSUD juga akan menjalin kerja sama dengan gereja untuk
menghadirkan pelayanan kerohanian sebagai bagian dari pemenuhan hak pasien dan
keluarga.
Manajemen turut berencana mengirimkan permohonan kepada
Menteri Perumahan untuk dukungan bantuan perumahan tenaga kesehatan, guna
meningkatkan kenyamanan dan keberlanjutan pelayanan di daerah.
Tak kalah penting, pihak rumah sakit mengajak putra-putri
asli Nduga dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya untuk bergabung
membangun pelayanan kesehatan yang profesional, berintegritas, dan membanggakan
masyarakat.
Dengan pengalaman panjang pengabdian di Papua Pegunungan
serta dukungan penuh pemerintah daerah, RSUD Elvrida Sara diharapkan berkembang
menjadi rumah sakit rujukan yang mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat
Nduga secara menyeluruh.
Penulis/Editor: Sampe Sianturi

