SALAM PAPUA (NABIRE) – Ketua DPW Partai Amanat Nasional
(PAN) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, menyampaikan pidato penuh refleksi,
spiritualitas, dan semangat persatuan dalam pertemuan bersama jajaran pengurus
DPW dan delapan DPD kabupaten.
Kegiatan tersebut berlangsung di Restoran Lprice Nabire,
Sabtu (28/02/2026), dan dihadiri para Ketua DPD se-Papua Tengah, tokoh agama,
serta insan pers.
Dalam sambutannya, Deinas mengawali dengan ajakan bersyukur
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia menegaskan bahwa jabatan, kekuasaan, dan
kekayaan bukanlah sesuatu yang abadi, melainkan anugerah yang harus dijalankan
dengan kerendahan hati dan tanggung jawab.
“Kita boleh merencanakan banyak hal, tetapi jangan pernah
mendahului Tuhan. Jika kita mengedepankan Tuhan dalam setiap langkah, maka
Tuhan sendiri yang akan menuntun dan membuka jalan,” ujarnya.
Deinas menegaskan bahwa selama empat tahun kepemimpinannya,
PAN Papua Tengah tetap solid tanpa konflik internal yang berarti. Menurutnya,
kekuatan partai terletak pada kebersamaan serta komitmen untuk tidak terpecah
oleh perbedaan suku maupun kepentingan.
“Kita tidak boleh lagi berbicara Dhani, Moni, Mee, atau suku
lainnya. Kita adalah orang Papua yang memiliki negeri ini bersama-sama. Kalau
kita terpecah, siapa yang akan menolong kita selain diri kita sendiri?”
tegasnya.
Ia juga menyinggung mekanisme penjaringan kepengurusan yang
melibatkan usulan tiga nama dari setiap DPD untuk diputuskan oleh DPP.
Menurutnya, mekanisme tersebut berlaku secara nasional dan menjadi bagian dari
aturan organisasi yang wajib dihormati.
“Sebagai kader dan pemimpin partai, kita wajib menghormati
keputusan pusat. Apapun hasilnya, kita terima dengan lapang dada dan tetap
menjaga persatuan,” katanya.
Menghadapi dinamika regulasi Pemilu 2029, Deinas
mengingatkan seluruh DPD agar menyiapkan dua skenario, baik pemilihan kepala
daerah melalui DPRD maupun secara langsung oleh rakyat. Ia menekankan
pentingnya kerja politik yang terstruktur untuk memperkuat perolehan kursi
legislatif di setiap kabupaten.
“Kita belum berbicara angka hari ini. Tapi kita harus kerja
mulai sekarang. Mesin partai harus bergerak. Kerja keras kader akan menentukan
masa depan partai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Deinas juga memaparkan laporan
keuangan partai secara terbuka, termasuk penggunaan dana operasional kantor,
sewa sekretariat, serta rencana pembelian tanah untuk pembangunan kantor
permanen DPW PAN Papua Tengah. Ia menegaskan seluruh pengelolaan dilakukan
sesuai prinsip akuntabilitas.
“Kita tidak bekerja untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk
membangun partai dan masa depan generasi Papua Tengah,” katanya.
Menutup sambutannya, Deinas kembali mengingatkan pentingnya
doa dan ketundukan kepada Tuhan dalam setiap langkah politik.
“Kalau kita lupa Tuhan, Tuhan bisa membiarkan kita berjalan
sendiri. Tetapi kalau kita mengandalkan Tuhan, Ia akan membuka jalan bagi
kita,” ucapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, DPW PAN Papua
Tengah menyatakan siap menjaga soliditas serta memperkuat mesin politik menuju
2029 demi kemajuan Papua Tengah.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

