SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua
Tengah menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan harmonisasi penanganan konflik
sosial di Kapiraya, yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Kabupaten
Mimika, Rabu (25/2/2026).
Rakor dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan
Hukum Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago, didampingi Bupati Mimika Johannes
Rettob, Bupati Deiyai Melkianus Mote, Bupati Dogiyai Yudas Tebai, Kepala
Kesbangpol Provinsi Papua Tengah Albertus Adii, serta Wakil Ketua IV DPRP Papua
Tengah Jhon Gobai.
Rapat turut dihadiri Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong,
Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau bersama anggota, perwakilan DPRP Papua
Tengah, perwakilan MRP, Pj Sekda Mimika, Kepala Biro Tapem PPT, Kapolres Mimika
dan Kapolres Deiyai, serta perwakilan DPRD Deiyai dan Dogiyai.
Hadir pula tokoh-tokoh masyarakat dari Suku Mee dan Suku
Kamoro serta tim harmonisasi dari tiga kabupaten. Marthen Ukago menyampaikan,
dalam rapat tersebut disepakati langkah-langkah bersama yang akan ditempuh tiga
kabupaten guna menyelesaikan konflik di Kapiraya.
“Kehadiran pemerintah bukan untuk menunjuk batas birokrasi,
tetapi pemerintah bersama masyarakat adat akan menyepakati sesuai batas-batas
hak ulayat yang sudah ada sejak dulu. Mari kita hindari pembahasan yang
bersifat kontroversial dan fokus pada pencarian titik temu yang meningkatkan
persaudaraan,” ujarnya.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan Pemkab Mimika
telah memiliki peta batas wilayah. Tim harmonisasi yang telah dibentuk akan
turun bersama untuk melihat batas wilayah sekaligus hak ulayat di lapangan.
“Kita akan berangkat bersama-sama ke Kapiraya untuk melihat
batas hak ulayat. Jadwal keberangkatan akan disesuaikan dengan pemerintah
provinsi serta kabupaten Deiyai dan Dogiyai. Kita harus ciptakan dulu kondisi
aman, jangan sampai terpengaruh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi,”
ungkapnya.
Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menyebut pihaknya telah
membentuk tim sesuai arahan gubernur, dengan tugas mendata warga dan fasilitas
yang terdampak konflik.
“Kami sudah punya tim untuk mendata masyarakat terdampak.
Namun kami belum bisa mengirim bantuan karena akses penerbangan ke Kapiraya
belum tersedia. Kami berterima kasih kepada Pemkab Mimika yang sudah mengirim
bantuan makanan,” katanya.
Ia meminta Pemprov segera mengeluarkan izin terbang ke
Bandara Kapiraya agar tim harmonisasi dapat diberangkatkan dari Deiyai.
Sementara itu, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, juga telah
membentuk tim yang melibatkan masyarakat pemilik hak ulayat. Ia menegaskan
pendekatan penyelesaian akan dilakukan secara langsung dengan masyarakat di
Kapiraya.
“Karena dulu mereka hidup bersama, maka tugas kami hanya
memfasilitasi agar mereka sendiri yang berbicara dan menentukan batas antara
Mee dan Kamoro,” ujarnya.
Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah menegaskan kondisi
di Kapiraya harus segera diselesaikan melalui kesepakatan konkret. Ia juga
meminta dukungan aparat keamanan dari tiga kabupaten untuk memastikan situasi
tetap kondusif.
“Kita akan langsung turun ke lapangan. Kami harap pihak
keamanan memastikan keadaan aman agar semua proses berjalan baik,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

