SALAM PAPUA (SERANG) – Puncak peringatan Hari Pers Nasional
(HPN) 2026 berlangsung meriah di Kawasan Pusat
Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, Provinsi Banten. Presiden RI
Prabowo Subianto diwakili oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah menteri cabinet RI,
Wakil Ketua MPR RI, anggota DPR RI, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua Dewan
Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, serta ribuan
wartawan dari seluruh Indonesia termasuk 10 orang dari Papua yang disponsori oleh PT Freeport Indonesia.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia
Raya, penampilan tarian tradisional Banten, serta doa bersama. HPN 2026
mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Kuat, Bangsa Kuat.”
Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan
rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Banten sebagai tuan
rumah HPN 2026.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten dan seluruh masyarakat
Banten, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh insan pers dari berbagai
daerah di Indonesia. Ini sebuah kehormatan besar bagi kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pers memiliki sejarah panjang dalam
perjuangan bangsa dan terus memainkan peran strategis dalam pembangunan
nasional.
“Pers memiliki nilai perjuangan dan komitmen kebangsaan.
Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menampilkan gagasan,
mengobarkan semangat pembangunan, dan menjaga persatuan. Eksistensi pers bukan
semata industri, melainkan fondasi penting dalam pembangunan nasional,” kata
Andra.
Ia berharap momentum HPN 2026 semakin memperkuat kolaborasi
antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendorong pembangunan daerah
serta kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat
menegaskan bahwa kemerdekaan pers adalah pilar utama demokrasi yang harus terus
dijaga.
“Pers tumbuh dalam perjuangan bangsa dan menjadi bagian dari
sejarah kemerdekaan Indonesia. Karena itu, menjaga kemerdekaan pers sama
artinya dengan menjaga demokrasi,” ujarnya.
Komaruddin menekankan bahwa di tengah perkembangan teknologi
dan derasnya arus informasi digital, pers dituntut semakin profesional dan
berintegritas.
“Wartawan hari ini hidup dalam kewaspadaan. Tantangannya
bukan hanya menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi memastikan informasi
itu benar, mendidik, dan tidak memecah belah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan
buatan, tidak boleh menggerus nilai etika dan tanggung jawab moral jurnalisme.
“Pers harus tetap menjadi penjernih informasi dan penjaga
akal sehat publik. Itulah nilai perjuangan yang harus terus dirawat,”
tambahnya.
Menko PMK Muhaimin Iskandar dalam sambutannya mewakili
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan salam hormat dan apresiasi kepada
seluruh insan pers Indonesia.
“Atas perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo
Subianto, saya menyampaikan salam hormat dan ucapan selamat Hari Pers Nasional
2026 kepada seluruh wartawan Indonesia atas dedikasi dan pengabdiannya bagi
bangsa dan negara,” ujar Muhaimin.
Ia menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis
pemerintah dalam membangun manusia Indonesia dan memperkuat demokrasi.
Pada puncak acara juga dibacakan Deklarasi Kemerdekaan Pers
oleh perwakilan konstituen PWI, sebagai komitmen menjaga independensi dan
integritas pers nasional.
Pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 juga
dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dengan tiga
perusahaan nasional sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pers
yang sehat dan berkelanjutan.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Dewan Pers Prof.
Komaruddin Hidayat bersama perwakilan dari PT Astra, Artha Graha Peduli, dan
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), disaksikan oleh Menko PMK
Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, serta para tamu undangan.
Kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap peningkatan
kapasitas dan kompetensi wartawan, penguatan literasi media, serta pengembangan
program tanggung jawab sosial yang sejalan dengan kepentingan publik dan
keberlanjutan industri pers.
Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, menyatakan bahwa
kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat fondasi pers nasional
di tengah tantangan transformasi digital.
“Pers membutuhkan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Kerja sama ini bukan untuk mengurangi independensi pers, tetapi justru
memperkuat kapasitas dan profesionalisme insan media dalam menjalankan fungsi
kontrol sosial dan edukasi publik,” ujarnya.
HPN 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan
komitmen bahwa pers Indonesia tetap berdiri sebagai penjaga demokrasi, pengawal
kebijakan publik, dan perekat persatuan bangsa.
Pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 juga
dilakukan penyerahan Anugerah Jurnalistik Adinegoro kepada para wartawan
terbaik dari berbagai kategori
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara simbolis
oleh Menko PMK Muhaimin Iskandar didampingi Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin
Hidayat dan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, di hadapan ribuan insan pers
yang hadir.
Sementara itu, panitia juga menyediakan pasar UMKM di halaman
di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang yang menjual
berbagai pernak-pernik wartawan dan makanan serta minuman.
Penulis/Editor: Sianturi

