SALAM PAPUA (NABIRE) – Satu tahun kepemimpinan Meki Nawipa dan Deinas Geley di Provinsi Papua Tengah difokuskan pada pembenahan sektor pendidikan. Sejak dilantik di Jakarta pada 20 Februari 2025 oleh Prabowo Subianto, keduanya menegaskan komitmen menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak di Papua Tengah.

Dalam Talkshow 1 Tahun Kepemimpinan yang digelar di Ballroom Kawasan Bandara Lama Nabire, Jumat (20/2/2026), Gubernur Meki menyampaikan bahwa program sekolah gratis mulai direalisasikan secara bertahap.

“Kita sudah mulai sekolah gratis dari jenjang SMA dan SMK, dan tahun ini disusul jenjang SMP,” ujarnya.

Ia menegaskan program tersebut berlaku tanpa membedakan latar belakang siswa. “Yang penting mereka sekolah. Tidak boleh ada anak-anak yang tidak sekolah karena kekurangan biaya pendidikan,” katanya.

Menurut Meki, pendidikan merupakan kunci menyelamatkan masa depan daerah. Ia kembali mengingat komitmennya saat kampanye untuk memastikan anak-anak Papua Tengah dapat mengenyam pendidikan gratis.

Untuk menjangkau anak-anak terdampak konflik dan keterbatasan akses, Pemprov Papua Tengah membangun sekolah berpola asrama, yakni Mepa Boarding School di Nabire. Saat ini, sebanyak 100 siswa telah menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Konsep asrama dinilai efektif dalam membina karakter dan disiplin, dengan pola kegiatan terstruktur mulai pukul 04.00 pagi hingga aktivitas ekstrakurikuler setelah jam belajar.

Selain itu, pemerintah daerah juga menjalankan Program SSH guna memastikan siswa, khususnya di wilayah pedalaman, memperoleh makanan sehat dan bergizi. Program ini turut melibatkan mama-mama Orang Asli Papua (OAP) dalam penyediaan makanan, sehingga berdampak pada peningkatan gizi siswa sekaligus membuka lapangan kerja.

Untuk memperluas akses pendidikan di daerah terpencil, Pemprov Papua Tengah juga menyelenggarakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk wilayah 3T, pengadaan Guru Mapega di pedalaman, serta bantuan smart board guna mendukung pembelajaran digital.

Gubernur Meki menegaskan seluruh program tersebut bertujuan agar anak-anak Papua Tengah tetap bersekolah dan tumbuh menjadi generasi unggul.

Sementara itu, Wakil Gubernur Deinas Geley menambahkan bahwa penguatan pendidikan merupakan pondasi utama pembangunan daerah.

“Kalau pondasi pendidikan kuat, maka ke depan Papua Tengah akan lebih maju dan lebih baik,” ujarnya.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi