SALAM PAPUA (TIMIKA)- Rasa kantuk dan waktu yang terbatas
menjadi tantangan dalam menyiapkan hidangan sahur. Menu sahur simpel pun
menjadi andalan supaya bisa menikmati makan sahur tanpa terburu-buru. Meski
simpel, menu yang disiapkan tetap harus sehat dan kaya nutrisi, ya.
Siapa yang sering melewatkan makan sahur? Tak bisa
dimungkiri bahwa makan sahur merupakan aktivitas yang kerap kali terlewatkan
karena berbagai alasan, misalnya karena telat bangun atau tidak sempat memasak.
Padahal, makan sahur sangatlah penting
karena bisa memenuhi 30–40% kebutuhan energi harian tubuh saat berpuasa.
Sebagai solusi, kamu bisa mencoba beberapa menu sahur simpel
yang proses memasaknya cepat dan tidak membutuhkan banyak bahan.
Rekomendasi Menu Sahur simpel
Bagi kamu yang sering bangun sahur mepet waktu imsak,
sebaiknya jangan sering-sering mengandalkan makanan olahan atau siap saji,
seperti nuget, sosis, dan mi instan, ya. Ini karena makanan tersebut rendah
nutrisi sehingga tidak baik untuk kesehatan
Tapi gimana dong kalau ga sempat masak saat sahur? Tenang.
Ada banyak menu sahur simpel yang bisa kamu coba tanpa harus repot-repot,
terutama bagi kamu yang terburu-buru.
Nah, berikut ini adalah beberapa menu sahur simpel, sehat,
dan enak yang patut kamu coba:
1. Omelet sayur
Menu sahur simpel yang satu ini sangat mudah untuk dibuat.
Kamu hanya perlu mencampurkan telur dengan sayuran, seperti bayam, daun bawang,
atau wortel, lalu masak seperti telur dadar biasa. Jika ingin lebih segar,
tambahkan potongan tomat ke atas telur. Tak sampai 10 menit, omelet sayur sudah
bisa dinikmati dengan nasi putih hangat.
Meski sederhana, makanan ini sudah bisa memberikan asupan
protein dan serat sekaligus, lho. Asupan protein dan serat yang cukup selama
puasa itu penting, sebab kedua jenis nutrisi ini bisa memberikan rasa kenyang
lebih lama. Dengan begitu, kamu bisa tetap fokus beribadah dan beraktivitas
tanpa merasa keroncongan.
Selain itu, serat juga penting dipenuhi selama berpuasa
karena bisa melancarkan pencernaan dan mengontrol gula darah.
2. Overnight oatsUntuk yang sering bangun sahur 10–20 menit
menjelang imsak, menu sahur simpel overnight oats cocok untukmu. Soalnya, kamu
tak perlu memasak apa pun saat sahur, karena semuanya sudah dipersiapkan pada
malam sebelumnya.
Prosesnya pun mudah, kamu cukup mencampurkan oatmeal dengan
susu atau yoghurt, lalu diamkan semalaman di kulkas. Ketika disajikan,
tambahkan buah-buahan, seperti pisang, mangga, atau apel, supaya rasanya makin
segar.
Soal nutrisi, menu sahur simpel nan sehat ini tak perlu
diragukan lagi. Oatmeal mengandung banyak protein dan serat yang dapat
membuatmu kenyang lebih lama. Selain itu, tambahan susu atau yoghurt dan
buah-buahan juga bisa menyumbangkan kalsium, protein, dan vitamin C, sehingga
daya tahan tubuhmu bisa tetap kuat selama berpuasa.
3. Tumis kangkung telur puyuh
Cara mengolah menu sahur simpel ini sama dengan tumis
kangkung pada umumnya. Kangkung ditumis bersama bawang putih, bawang merah, dan
irisan cabai, lalu ditambahkan bumbu dapur, seperti garam, terasi, dan gula.
Setelah matang, kamu tinggal menambahkan telur puyuh rebus di atasnya.
Hidangan ini cocok untuk dinikmati saat sahur karena tinggi
protein dan kalium. Protein dalam telur puyuh dapat memberi tubuhmu tambahan
energi, terutama bila dipadukan dengan sumber karbohidrat seperti nasi.
Sementara itu, kalium dari kangkung dapat membantu mengatur
keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengontrol tekanan darah selama seharian
berpuasa.
4. Sup tahu telur
Lebih suka mengonsumsi makanan hangat saat sahur? Kamu bisa
nih mencoba resep sup tahu telur. Tahu yang sudah dipotong dadu hanya perlu
direbus bersama dengan bawang putih, jahe, dan daun bawang. Setelah mendidih,
masukkan kocokan telur ayam secara perlahan hingga membentuk seperti serabut.
Tak hanya menghangatkan tubuh, hidangan ini juga tinggi
protein sehingga bisa membuatmu kenyang lebih lama. Supaya bisa memenuhi
kebutuhan gizi seimbang, nikmati sup tahu telur bersama sumber karbohidrat,
sayuran, dan buah-buahan.
5. Sup jagung
Cara pembuatan menu ini mirip dengan sup tahu telur.
Bedanya, kamu hanya perlu mengganti tahu dengan jagung dan menambahkan potongan
wortel. Dalam satu mangkuknya, kamu akan mendapatkan asupan karbohidrat,
protein, dan serat sekaligus.
Jagung merupakan sumber karbohidrat kompleks yang memberi
efek kenyang lebih lama. Sementara itu, wortel mengandung serat larut yang
terbukti efektif dalam mengontrol kadar gula darah, serta kalium untuk membantu
mengendalikan tekanan darah.
6. Orak-arik telur tahu
Kalau kamu kurang menyukai hidangan berkuah, tahu dan telur
bisa diolah menjadi orak-arik tahu telur, nih. Telur dan tahu ditumis bersama
bawang merah, bawang putih, dan irisan cabai, lalu bumbui dengan garam dan
gula. Karena namanya orak-arik, kamu tentu harus menghancurkan tahu dan telur
selama proses memasak, ya.
Selain tinggi protein, hidangan ini juga mengandung vitamin
B5 dari tahu yang mampu mengubah karbohidrat dan lemak dari makanan menjadi
energi. Dengan begitu, kamu nggak mudah lemas saat berpuasa esok hari.
7. Pakcoi tumis daging cincang
Ingin menu sahur yang terdiri dari protein dan serat
sekaligus? Cobalah hidangan pakcoi tumis daging cincang ini. Satu ikat pakcoy
direbus hingga empuk, lalu sisihkan. Setelah itu, daging cincang ditumis
bersama bawang bombay, bawang putih, jahe, dan berbagai saus, kemudian disiram
di atas pakcoi rebus.
Selain kaya serat, pakcoi juga tinggi kalium yang berperan
penting dalam menjaga kesehatan jantung. Daging cincang pun merupakan sumber
protein yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menunda lapar,
sehingga puasamu bisa lebih maksimal.
8. Tumis jamur tiram
Jamur tiram merupakan bahan masakan yang murah meriah dan
mudah untuk diolah. Resepnya sangat sederhana, yakni cukup menumis jamur
bersama dengan bawang merah, bawang putih, dan sedikit irisan cabai.
Namun, nutrisi dalam hidangan ini tidak sesederhana
resepnya. Jamur mengandung banyak nutrisi, seperti vitamin D, selenium,
magnesium, dan antioksidan. Vitamin D sendiri berperan dalam meningkatkan
kekebalan tubuh, sehingga kamu nggak gampang sakit selama bulan Ramadan.
(Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi


