SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, Timotius Atapea, mengeluhkan penurunan drastis dana kampung yang berdampak langsung pada terhentinya pembangunan fisik di wilayahnya.

Menurut Timotius, pada tahun 2024 lalu, dana kampung yang diterima mencapai sekitar Rp1 miliar. Anggaran tersebut memungkinkan pemerintah kampung membangun sejumlah rumah layak huni bagi warga.

Namun, pada tahun 2025, jumlah dana tersebut turun tajam menjadi sekitar Rp300 juta. Selain itu, anggaran yang ada juga tidak dapat dialokasikan untuk pembangunan fisik.

“Dana desa tahun lalu capai satu miliar, tapi sekarang turun jauh ke tiga ratus juta. Dengan dana seperti itu, apa yang bisa kami lakukan? Akibatnya, tahun ini tidak ada pembangunan fisik di Pronggo,” ungkap Timotius, Kamis (30/4/2026).

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah kampung tetap berupaya memanfaatkan dana yang ada untuk kebutuhan mendesak, terutama perbaikan rumah warga yang sudah mengalami kerusakan.

“Dana desa 2025 ini hanya bisa dipakai untuk memperbaiki beberapa rumah saja,” tambahnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya dampak nyata penurunan anggaran terhadap pembangunan di tingkat kampung, khususnya di wilayah Distrik Mimika Barat Tengah.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi