SALAM PAPUA (TIMIKA) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia menyalurkan dana sebesar Rp300 juta untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di Kampung Kiura melalui program perkebunan kelapa.

Program ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya sektor perkebunan yang dinilai mampu menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.

Melalui pendampingan yang terstruktur, dana kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan aset ekonomi jangka panjang bagi masyarakat kampung.

Sebelum penyaluran bantuan, YPMAK terlebih dahulu melakukan sosialisasi di Balai Kampung yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang akan menjalankan program pada tahun 2026.

Dalam musyawarah warga, disepakati dua fokus program utama, yakni perluasan kebun kelapa dan pembangunan hunian layak bagi masyarakat. Dari total dana Rp300 juta yang dialokasikan, sebesar Rp240 juta digunakan untuk kegiatan program dan Rp60 juta untuk operasional Pokja.

Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar, menekankan pentingnya transparansi melalui pemasangan papan informasi di setiap kegiatan agar masyarakat dapat mengawasi penggunaan anggaran.

Ia menegaskan bahwa program kampung harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Program kampung ini bertujuan menambah penghasilan masyarakat, sehingga kegiatan yang dilakukan harus berkaitan dengan ekonomi dan membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya dalam rilis yang diterima Salampapua.com, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya minimal 50 persen anggaran dialokasikan untuk sektor perkebunan, dengan komoditas kelapa yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi minyak kelapa.

Dalam musyawarah warga tersebut juga ditetapkan susunan pengurus Pokja Kampung Kiura 2026, yakni Emanuel Weyakoro sebagai ketua, Daniel Sikora sebagai bendahara, dan Heririkmans sebagai sekretaris, serta anggota Sisilia Waminiu dan Matias Wateyau.

Dengan masa kerja Pokja dari Maret hingga Oktober 2026, program ini diharapkan mampu mendorong pembangunan rumah layak huni sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di wilayah Mimika Barat.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi