SALAM PAPUA (NABIRE) – Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Jermias Rontini, menegaskan agar harga bahan pokok (bapok) tetap stabil menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026.

Ia mengingatkan agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat menurunkan daya beli masyarakat serta memicu inflasi di wilayah Papua Tengah.

“Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten dapat melakukan intervensi serta berkolaborasi, khususnya di Kabupaten Nabire dan Mimika yang memiliki dinamika ekonomi cukup tinggi dibandingkan enam kabupaten lainnya. Kedua daerah ini diharapkan bisa menjadi sentral dalam menekan inflasi,” ujar Kapolda kepada awak media di Nabire, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, pihak Kepolisian Daerah Papua Tengah melalui tim Kriminal Khusus akan melakukan pengawasan bersama instansi terkait dengan turun langsung ke pasar-pasar.

Pengawasan tersebut dilakukan dengan berkolaborasi bersama dinas terkait guna memantau dinamika harga bahan pokok di pasaran.

“Kami akan melakukan pengawasan melalui tim Krimsus yang berkolaborasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemantauan di pasar-pasar guna melihat perkembangan harga bahan pokok,” ujarnya.

Kapolda berharap langkah tersebut dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, khususnya di wilayah Nabire maupun Timika.

Ia juga mengimbau para pedagang, khususnya pedagang bahan pokok, agar tidak memainkan harga demi keuntungan pribadi.

“Ingat, di wilayah Papua ini kita harus bersama-sama menjaga agar harga bahan pokok tetap stabil, sehingga daya beli masyarakat tetap kuat dan perekonomian dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kapolda menambahkan, apabila ditemukan adanya praktik permainan harga, maka pihak kepolisian akan mengambil langkah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi