SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Ny. Susi Herawati Rettob menghadiri puncak perayaan Imlek 2577 Kongziki/2026 Masehi shio Kuda Api pada malam Cap Go Meh, yang digelar di Gedung Eme Neme Yauware, Selasa (3/3/2026).

Perayaan Cap Go Meh tersebut diselenggarakan oleh **Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia> (PSMTI) Mimika dan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Johannes Rettob mengapresiasi PSMTI Mimika yang telah menyelenggarakan perayaan Imlek sesuai tema nasional. Ia berharap kebersamaan yang telah terjalin antara warga Tionghoa dan berbagai suku di Mimika dapat terus dipertahankan, terlebih Mimika telah meraih predikat daerah terharmonis.

“Kita telah menerima predikat daerah terharmonis, maka tugas kita sekarang adalah menjaga predikat tersebut. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dengan dukungan semua paguyuban dan masyarakat, predikat itu akan terus terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan di Mimika tidak terlepas dari kontribusi warga Tionghoa, khususnya dalam pengembangan ekonomi, pusat perbelanjaan, dan sektor hiburan.

“Mimika dapat berkembang juga karena hadirnya pusat perbelanjaan dan hiburan, yang tentu berkembang berkat kontribusi warga Tionghoa. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kontribusi yang telah diberikan PSMTI,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PSMTI Mimika, Rusli Gunawan, menjelaskan bahwa berdasarkan kalender Tionghoa, Tahun Baru Imlek jatuh pada 12 Februari 2026 atau 15 hari sebelumnya. Rangkaian perayaan tersebut kemudian ditutup dengan malam Cap Go Meh.

“Cap Go Meh adalah malam terakhir warga Tionghoa di seluruh Indonesia bahkan dunia dalam mengakhiri rangkaian perayaan Imlek. Jadi perayaan Imlek berakhir pada malam ini,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa perayaan Imlek merupakan perayaan nasional yang sah dan diakui negara melalui penetapan berdasarkan undang-undang.

Rusli mengungkapkan, jumlah warga Tionghoa dan keturunannya di Timika saat ini sekitar 125 kepala keluarga dengan jumlah jiwa antara 500 hingga 800 orang. Sekitar 80 persen di antaranya berprofesi sebagai pengusaha.

“Dari tahun ke tahun, warga Tionghoa terus membangun kebersamaan di Kabupaten Mimika, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui kontribusi pajak yang turut membangun Mimika,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi