SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ratusan pendulang emas tradisional
kembali menduduki Jalan Ahmad Yani, tepatnya di pertigaan Pin Seluler dan
pertigaan Pasar Gorong-gorong, Kamis (26/3/2026), sambil menunggu realisasi
janji pembelian hasil dulangan oleh pengusaha emas.
Pantauan di lapangan, meski tidak melakukan aksi demonstrasi
seperti sebelumnya, para pendulang tetap melakukan pemalangan jalan. Akibatnya,
arus lalu lintas mengalami gangguan dan dialihkan ke jalur lain.
Koordinator pendulang emas, Simon Victor Rahanjaan,
mengatakan kehadiran para pendulang di lokasi merupakan bentuk menunggu
kepastian pembelian emas oleh pihak pengusaha.
“Hari ini memang mereka tidak melakukan aksi, tetapi jalan
tetap dipalang. Jumlah pendulang yang banyak tentu bisa menghambat arus lalu
lintas,” ujarnya.
Simon menjelaskan, sejumlah pengusaha emas saat ini tengah
melakukan pencairan dana di bank untuk membeli hasil dulangan masyarakat. Tiga
toko emas disebut siap melayani pembelian, yakni Toko Hana, Citra, dan Azka.
“Kemarin sudah ada pengusaha yang berjanji membeli, tapi
dengan kapasitas terbatas. Karena itu hari ini para pendulang datang untuk
menjual hasilnya,” jelasnya.
Meski pembelian dilakukan secara terbatas, para pendulang
berharap seluruh hasil dulangan dapat terserap hingga sore hari.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, pihaknya
terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar situasi tetap kondusif.
“Kami terus komunikasi dengan kepolisian supaya tidak
terjadi hal-hal anarkis,” tambah Simon.
Sementara itu, para pendulang juga masih menunggu
pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRK Mimika guna mencari solusi
jangka panjang atas persoalan yang mereka hadapi.
Hingga pukul 15.10 WIT, puluhan personel Polres Mimika
terlihat masih berjaga di lokasi sambil melakukan pendekatan persuasif dan
negosiasi dengan para pendulang.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


