SALAM PAPUA (TIMIKA) - Nalince Wamang, seorang gadis yang
ikut mendulang emas di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Distrik Tembagapura, Papua
Tengah, dilaporkan tewas terkena tembakan dalam insiden penindakan aparat
keamanan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rabu malam (7/5/2026).
Belum dapat dipastikan sumber peluru yang menyebabkan korban
meninggal dunia, apakah berasal dari aparat keamanan Indonesia atau dari
kelompok KKB. Selain menewaskan Nalince, insiden tersebut juga menyebabkan
sejumlah warga sipil mengalami luka-luka hingga harus mendapat perawatan medis
di rumah sakit milik PT Freeport Indonesia di Tembagapura dan RSMM Caritas
Timika.
“Benar ada penindakan yang dilakukan dan ada enam orang yang
terluka. Lima orang sudah dilarikan ke RSMM Caritas Timika,” ujar Kapolsek
Tembagapura, Iptu Firman saat dikonfirmasi Salampapua.com pada 8 dan 9 Mei
2026.
Meski demikian, Iptu Firman mengaku informasi terkait adanya
korban meninggal dunia saat itu masih belum dapat dipastikan.
Sementara itu, Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya
Arthadiguna dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, sebelum insiden terjadi,
personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah MP 69 mendeteksi
adanya pergerakan mencurigakan.
Dari hasil pemantauan, terdengar dua kali letusan senjata
api dari arah Camp David di seberang sungai yang diduga berasal dari kelompok
KKB pimpinan Guspi Waker.
Tak lama kemudian, kelompok tersebut kembali melepaskan
rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar Camp Wini
Kalikuluk sehingga memicu kepanikan di tengah pemukiman warga sipil.
Dalam situasi tersebut, personel TNI disebut tetap
mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE) dengan memastikan setiap
tindakan dilakukan sesuai hukum, menjunjung HAM, etika, serta nilai-nilai
kemanusiaan.
TNI juga menyatakan keselamatan warga sipil menjadi
prioritas utama. Personel disebut bergerak cepat mengevakuasi perempuan dan
anak-anak ke lokasi aman sebelum melakukan pengejaran terhadap kelompok
bersenjata yang melarikan diri ke hutan.
Di tengah situasi mencekam, personel TNI menemukan seorang
anak perempuan mengalami luka tembak pada bahu kiri di sekitar Camp Wini.
Korban kemudian ditandu menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Namun, saat dalam perjalanan menuju pusat layanan kesehatan
di Jalan Poros MP 69, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang
dideritanya.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna
menegaskan Satgas TNI di lapangan terus mengutamakan perlindungan terhadap
masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan di Papua.
“Tindakan yang dilakukan personel telah sesuai prosedur dan
dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban dari
masyarakat sipil. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan salah satu korban luka, Irince
Wandikbo, tembakan disebut berasal dari arah Camp David di seberang sungai
ketika warga tengah berkumpul bersama keluarga di dalam camp.
Hingga kini, jajaran Satgas TNI kewilayahan masih melakukan
patroli pengamanan dan pendalaman terkait insiden penembakan tersebut. Aparat
juga meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi
Waker yang diduga berupaya menciptakan teror di wilayah Kalikuluk dan
sekitarnya.
Peristiwa ini kembali menyisakan duka bagi masyarakat Papua
yang mendambakan situasi aman dan damai tanpa kekerasan bersenjata.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

