SALAM PAPUA (TIMIKA) – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah,
Araminus Omaleng, mendukung program Pemerintah Kabupaten Mimika dalam membangun
fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh distrik sebagai fondasi
pendidikan dasar.
Namun, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan gereja dan
yayasan lokal dalam implementasi program tersebut.
“Saya apresiasi Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang
menjadikan PAUD sebagai program strategis. Tapi saya tekankan, dalam
pelaksanaannya harus menggandeng gereja dan yayasan lokal,” ujar Araminus saat
ditemui di TK Nangmora, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Rabu (1/4/2026).
Menurut Pembina Yayasan Gerbang Terang Timur ini, lembaga keagamaan dan yayasan lokal memiliki
pengalaman panjang dalam mendidik anak-anak, khususnya di wilayah pesisir dan
pegunungan yang memiliki karakteristik sosial berbeda.
“Mereka sudah memahami karakter anak-anak di wilayah
tersebut, tahu pendekatan yang tepat, dan sudah terbiasa menghadapi berbagai
tantangan di lapangan,” jelasnya.
Araminus menilai, pengembangan PAUD tidak hanya menyasar
anak-anak, tetapi juga berdampak pada perubahan pola pikir dan kebiasaan orang
tua. Ia mencontohkan, kebiasaan orang tua yang harus ke kebun sejak pagi
menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kedisiplinan anak untuk
bersekolah.
“Ini bukan sekadar soal anak, tapi juga perubahan kebiasaan
keluarga. Karena itu perlu pendekatan yang tepat dan strategi yang matang,”
katanya.
Ia juga menyoroti berbagai kondisi sosial yang kerap
memengaruhi kehadiran anak di sekolah, seperti kegiatan adat atau kedukaan yang
bisa menyebabkan siswa tidak masuk dalam waktu tertentu.
“Hal-hal seperti ini butuh penyesuaian. Tidak mudah jika
hanya mengandalkan sistem formal,” tambahnya.
Karena itu, Araminus menyarankan agar pemerintah tidak hanya
membangun PAUD dalam bentuk sekolah negeri, tetapi juga menjalin kemitraan
dengan yayasan lokal yang telah berpengalaman.
“Ini cara paling efektif untuk menjangkau pelayanan PAUD
hingga ke akar rumput, terutama di wilayah pesisir dan pegunungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengalaman Yayasan Gerbang Terang Timur
dalam mengelola TK Nangmora selama tujuh tahun menjadi contoh nyata
keberhasilan pendekatan berbasis komunitas.
Ke depan, Araminus berharap pelayanan pendidikan PAUD dapat
menjangkau kampung-kampung, meski diakui masih terdapat berbagai keterbatasan
yang perlu diatasi.
Penulis/Editor: Sianturi

