Tanah Adat Diklaim Milik Oknum Dan Pemerintah, Warga OAP Blokade Jalan Cenderawasih Timika Situasi saat masyarakat OAP melakukan blokade dan membakar ban bekas di tengah jalan, tepatnya di depan Perumahan Pemda Timika SP2, Kamis (6/8/2026) (salampapua.com/Acik)

Tanah Adat Diklaim Milik Oknum Dan Pemerintah, Warga OAP Blokade Jalan Cenderawasih Timika

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sejumlah warga Orang Asli Papua (OAP) melakukan aksi blokade jalan dan membakar ban bekas di Jalan Cenderawasih Timika, Kabupaten Mimika, tepatnya di depan Perumahan Pemda, pada Kamis siang (6/8/2026).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas klaim sepihak terkait tanah adat mereka yang merupakan milik oknum dan Pemerintah. Aksi tersebut melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama tersebut.

Para demonstran menegaskan bahwa tanah sengketa terletak di area yang membentang dari jembatan kuburan SP2 hingga ke jembatan Kali Selamat Datang (sisi kanan dari arah Kota Timika).

Yohana Magai, salah seorang pemilik tanah menyatakan keteguhan hati warga untuk mempertahankan warisan leluhur mereka.

"Kami lahir, besar, dan siap mati di atas tanah kami yang sudah diwariskan nenek moyang kami. Kami tidak mau tanah kami diklaim menjadi milik orang lain, termasuk pemerintah," tegasnya.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Anton Wandagau, yang juga mengaku sebagai pemilik tanah. Ia dan warga lainnya menyatakan siap mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan hak ulayat mereka yang saat ini diklaim oleh pihak lain.

"Kami hidup di atas tanah adat kami. Sebelum pemerintah hadir, kami sudah miliki tanah ini. Jadi kami akan pertahankan, kalau tidak, kami akan terus palang jalan ini," ucap Anton.

Para warga pun menuntut kehadiran segera dari berbagai pihak terkait untuk melakukan dialog. Pihak-pihak yang diminta hadir meliputi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Polres Mimika, Pengadilan Negeri, Lembaga Musyawarah Suku Amungme (Lemasa), serta Lembaga Musyawarah Suku Kamoro (Lemasko).

Hingga pukul 13.02 WIT, puluhan warga OAP terlihat masih bertahan melakukan blokade jalan, yang menyebabkan kemacetan panjang di sekitar lokasi aksi. Aparat keamanan dikabarkan tengah memantau situasi untuk mencegah terjadinya eskalasi konflik lebih lanjut.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy