SALAM PAPUA (TIMIKA) – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat
Amungme Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, resmi
memperluas kerja sama dengan SMA Taruna Kasuari Nusantara di Manokwari, Papua
Barat sebagai langkah strategis membangun sumber daya manusia (SDM) Papua.
Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan akses pendidikan
menengah berkualitas bagi generasi muda, khususnya dari Suku Amungme dan
Kamoro, agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, mengatakan bahwa
perubahan strategi ini dilakukan setelah melihat berbagai tantangan dalam
pengiriman pelajar ke luar Papua, mulai dari adaptasi sosial, budaya, hingga
biaya yang tinggi.
“Sejak tahun ini kami fokus ke sekolah unggulan di Tanah
Papua, agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa harus jauh
dari lingkungan sosial dan budaya mereka,” ujarnya dalam rilis yang diterima,
Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, pendekatan ini menjadi langkah membangun dari
dalam, memperkuat dari akar, serta memastikan generasi muda Papua tumbuh dalam
konteks budaya mereka sendiri.
Selain itu, kebijakan ini juga menjawab kebutuhan pemerataan
akses pendidikan bagi masyarakat dat, terutama Amungme dan Kamoro yang menjadi
fokus pemberdayaan YPMAK.
Setiap tahun, YPMAK mengalokasikan beasiswa bagi sekitar
4.000 pelajar. Angka ini menunjukkan skala program yang besar, sekaligus
tantangan dalam menjaga kualitas penerima manfaat.
Leonardus menegaskan bahwa distribusi kesempatan harus adil
antarwilayah di Tanah Papua.
“Tidak mungkin anak-anak Papua Tengah ambil semua, harus
berbagi dengan Papua Barat,” tegasnya.
Pernyataan ini menyoroti pentingnya pemerataan akses
pendidikan, agar program unggulan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas
Dowansiba, menilai kerja sama ini sebagai momentum penting dalam membangun
ekosistem pendidikan yang kolaboratif.
Ia menyebut YPMAK sebagai mitra strategis pemerintah daerah
yang konsisten mendorong pemberdayaan masyarakat adat Papua, tidak hanya di
sektor pendidikan, tetapi juga kesehatan dan ekonomi berbasis kearifan lokal.
“Kolaborasi ini menjadi krusial karena pembangunan SDM Papua
tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara swasta, pemerintah,
dan institusi pendidikan adalah fondasi utama,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, YPMAK juga menyerahkan satu
unit kendaraan operasional kepada SMA Taruna Kasuari Nusantara untuk mendukung
kegiatan sekolah.
Diketahui, SMA Taruna Kasuari Nusantara merupakan sekolah
unggulan berbasis karakter yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi
juga pembentukan disiplin, kepemimpinan, dan ketangguhan mental.
Model pendidikan ini dinilai relevan dengan kebutuhan masa
depan Papua, di mana generasi muda dituntut tidak hanya cerdas secara
intelektual, tetapi juga kuat secara sosial dan karakter.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi


