SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pertamina memastikan ketersediaan
bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Mimika dalam kondisi aman dan mencukupi
kebutuhan masyarakat.
Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah,
Junaedi Kala menyebutkan, stok BBM di Jobber Timika per 31 Maret 2026 masih
tersedia dalam jumlah cukup, yakni Pertamax (PX) sebanyak 222 kilo liter (KL),
Pertalite (PL) 1.598 KL, Biosolar (BS) 2.250 KL, dan Avtur (Avt) 862 KL.
“Untuk stok BBM di Mimika insyaallah aman, masih tersedia
dan cukup untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (1/4/2026).
Selain BBM, stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) di agen
Non-Public Service Obligation (NPSO) juga masih tersedia, masing-masing untuk
ukuran 5,5 kilogram sebanyak 2.474 tabung, 12 kilogram 1.821 tabung, dan 50
kilogram 526 tabung.
Junaedi menjelaskan, ketahanan stok BBM untuk jenis gasoline
atau bensin diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga 9 hari ke depan.
Sementara itu, gasoil atau minyak solar (biosolar) dapat bertahan sekitar 7
hari, minyak tanah (mitan) hingga 14 hari, dan LPG sekitar 7 hari.
“Stok ini juga akan terus bertambah karena jadwal suplai
kapal ke Jobber Timika berjalan normal,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui adanya penyesuaian distribusi
LPG akibat perubahan titik suplai. Jika sebelumnya pasokan LPG untuk Timika
berasal dari Surabaya dan Makassar, kini dialihkan melalui Ambon.
“Mungkin untuk LPG akan ada penyesuaian, karena terdapat
pengalihan suplai point dari Surabaya dan Makassar ke Ambon, dan saat ini dalam
proses pemenuhan kapal pengangkutnya,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat Mimika agar tidak panik dan
tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, khususnya untuk BBM subsidi agar tetap
mengikuti ketentuan yang berlaku dari pemerintah daerah.
“Kami harap masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan,
terkhusus BBM subsidi, pembelian tetap mematuhi arahan pemerintah Kabupaten
Mimika,” pesannya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

