SALAM PAPUA (NABIRE) - Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu membantah keras isu yang menyebutkan bahwa pihak kepolisian melarang agenda Nonton Sama-Sama (NOSA) atau nonton bareng (Nobar) film "Pesta Babi".

Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) dan Pemuda Katolik Komda Papua Tengah ini dijadwalkan berlangsung di Aula Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Papua Tengah, pada Sabtu (16/5/2026).

“Boleh silakan, saya pada prinsipnya tidak pernah melarang nobar terkait film pesta babi,” ujar AKBP Samuel saat memberikan keterangan kepada awak media, pada Jumat (15/5/2026).

AKBP Samuel menjelaskan bahwa pihak kepolisian sama sekali tidak mempermasalahkan acara tersebut, selama jalannya kegiatan tidak mengganggu ketertiban umum di lingkungan sekitar.

“Selama kegiatan mereka itu tidak mengganggu keamanan warga masyarakat di sekitar kegiatan serta selama mereka tidak menguasai badan jalan dan lain-lain. Kemarin kan Kasat Intel sudah koordinasi dengan Romo. Jadi Romo bilang bahwa Romo bertanggung jawab, silakan, yang penting mereka itu tertib di dalam gereja itu,” ujarnya.

AKBP Samuel menegaskan bahwa rumor mengenai adanya aparat Polisi yang datang untuk membubarkan acara adalah informasi yang tidak benar.

Pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas apabila ada instruksi langsung dari pimpinan tertinggi terkait adanya pelanggaran ideologi negara.

“Jadi kalau ada bahasa bahwa Polri melarang atau anggota polisi ada datang larang itu pemutarbalikan fakta, tidak ada itu. Kalau dari pihak-pihak lain mau melarang mereka langsung saja dengan yang korlapnya tanggung jawab, karena dari Polri tidak ada melarang. Kecuali sudah ada instruksi dari Kapolri bahwa film itu misalnya bertentangan dengan ideologi negara, baru kami dari pihak Polres maupun Polda bisa atensi hal itu,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak Polres Nabire maupun Polda Papua Tengah tetap berkomitmen untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif tanpa melakukan intervensi terhadap pemutaran film tersebut.

“Tapi kalau tidak ada instruksi dari pimpinan Mabes kami tetap prinsipnya kegiatan itu kita amankan saja. Dalam artian, yang penting kegiatan itu tidak mengganggu kenyamanan atau keamanan Kamtibmas di wilayah Nabire itu saja. Saat ini Polres Nabire dan Polda Papua Tengah tidak pernah mengeluarkan statement melarang atau menginstruksikan untuk dibubarkan, tidak pernah. Karena sampai saat ini prinsipnya tidak ada laporan keluhan atau ada gangguan keamanan selama kegiatan dijalankan,” tegasnya.

Sebelumnya, rencana kegiatan nonton bareng ini dilaporkan sempat menuai berbagai tekanan dan upaya penghentian. Sejumlah oknum yang diklaim sebagai unsur intelijen dari TNI dan Polri dikabarkan sempat mendatangi lokasi serta berupaya membatalkan agenda tersebut sejak sehari sebelum pelaksanaan.

Seorang sumber yang mengetahui persis situasi di lapangan dan meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aparat sempat mendatangi pengelola gereja untuk meminta foto bersama dan mendesak agar acara di Aula KSK dibatalkan.

“Sejak kemarin sudah ada upaya-upaya dari pihak intelijen, baik dari TNI maupun Polri, yang mendatangi kami. Mereka meminta agar rencana nonton bareng ini dihentikan. Namun sikap kami tegas, kami tidak bisa memenuhi permintaan tersebut dan menolak segala upaya penghentian kegiatan ini,” ungkap sumber tersebut, pada Jumat (15/5/2026).

Penulis: Elias

Editor: Jimmy