SALAM PAPUA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Mimika akan mengoptimalkan aset-aset strategis seperti halaman Eme Neme Yauware
hingga tanah-tanah milik pemerintah daerah sebagai sumber Pendapatan
Anggaran Daerah (PAD) baru.
Hal ini diungkap saat Rapat Koordinasi Khusus Pendapatan
Daerah 2026, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Badan Pendapatan Daerah
(Bapenda) Mimika, Senin (18/5/2026).
Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan bahwa aset
Pemkab Mimika ini cukup banyak, mulai dari tanah-tanah kosong hingga halaman
Gedung Eme Neme Yauware yang dapat dijadikan sebagai tempat parkir dan dipungut
biaya parkir.
Namun, untuk gedung Eme Neme Yauware ini sebaiknya dikelola
oleh pihak ketiga, sehingga bisa profesional, dan nantinya hasil sewa dapat
dibagi dengan Pemkab Mimika.
“Parkiran di halaman Eme Neme Yauware ini harusnya dapat
kita pungut biaya sehingga kita bisa meningkatkan PAD. Untuk fasilitas Eme Neme
Yauware pun harus kita lengkapi sebelum kita kerjasama dengan pihak ketiga. Jadi
harga sewanya juga bisa dapat kita tingkatkan,” ujarnya.
Terkait pembayaran sewa pun, menurut Dia, seharusnya
menggunakan aplikasi sehingga tidak ada lagi masalah terkait permintaan turun
harga sewa bagi penyewa dan pembayaran juga dapat dipantau.
“Kalau ada keluhan permintaan turun harga, karena kita ini
pemerintah jadi biasa minta turun harga. Jadi lebih baik pembayaran itu kita
gunakan aplikasi saja supaya pembayaran tidak dapat diturunkan, karena bayar
sesuai harganya,” tegas John Rettob.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset
Daerah (BPKAD), Mimika, Marthen Tappi Mallisa mengatakan, terkait aset daerah
ini sementara dievaluasi setiap tiga bulan.
Untuk aset tanah pun saat ini memiliki tiga status, pertama
status clean and clean yang sudah dapat dipergunakan, kedua status tanah yang
belum lengkap dokumennya, dan ketiga masih ada aset tanah yang sama sekali
belum memiliki dokumen.
“Untuk parkiran di Eme Neme Yauware ini mungkin bisa kita
tindak lanjuti karena selama ini sewa gedung sudah termasuk dengan halamannya.
Namun kalau memang bisa digunakan, ke depan kita buatkan portal dan lainnya,” ujarnya.
Sedangkan terkait pengurusan gedung Eme Neme Yauware bersama
pihak ketiga ini dapat dilakukan namun sebelumnya fasilitasnya harus dilengkapi
sebab untuk pemeliharaan gedungnya pun membutuhkan biaya tambahan.
“Pihak ketiga ini bisa lebih baik, namun mungkin kita bisa
tingkatkan kualitas dan fasilitasnya terlebih dahulu. Sehingga uang sewanya pun
bisa disesuaikan dengan fasilitas yang disediakan,” pungkas Marthen.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy

