SALAM PAPUA (TIMIKA) – Harga berbagai jenis plastik di Kabupaten Mimika mengalami lonjakan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan harga disebut mencapai 30 hingga 70 persen akibat kelangkaan bahan baku, terganggunya distribusi dari Jawa, serta meningkatnya biaya pengiriman.

Kondisi tersebut diketahui setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika melakukan pengawasan di sejumlah toko plastik di Timika, Jumat (8/5/2026).

Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani mengatakan, hasil survei lapangan menunjukkan hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Setelah kami turun langsung, memang ada kenaikan harga sekitar 30 sampai 70 persen. Bahkan dari informasi distributor air minum, harga plastik untuk galon pun juga ikut naik,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar pasokan plastik ke Timika berasal dari Surabaya. Namun distributor di Surabaya masih bergantung pada bahan baku impor dari China yang saat ini mulai sulit diperoleh.

Akibat kenaikan harga dan mulai terbatasnya stok, sejumlah distributor di Timika kini membatasi penjualan plastik. Jika sebelumnya penjualan dilakukan dalam jumlah besar, kini sebagian pedagang memilih menjual secara eceran.

“Untuk stoknya sebenarnya masih banyak, tapi memang penjualannya mereka mulai batasi. Kami juga tidak bisa memaksa pedagang menurunkan harga karena ini mengikuti mekanisme pasar. Tetapi dengan kehadiran kami di lapangan, itu menjadi bentuk pengawasan supaya tidak semua harga dinaikkan secara tidak wajar,” jelasnya.

Selain melakukan pengawasan, Disperindag Mimika juga mengimbau masyarakat mulai beralih menggunakan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti kertas maupun kain untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik.

“Kami harap masyarakat juga bisa beralih penggunaan plastik dengan menggunakan bahan kertas seperti paperbag, paper cup, atau paper bowl yang lebih ramah lingkungan. Karena plastik juga merupakan limbah yang sulit terurai,” tutup Sabelina.

Ia menambahkan, apabila kondisi pasar internasional belum stabil, harga plastik diperkirakan masih berpotensi naik hingga mendekati 100 persen.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi