SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) menggelar kegiatan penyiapan Data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dan perencanaan kebutuhan SDMK tingkat Provinsi Papua Tengah di Hotel Yahor Inn Kalibobo, Nabire, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Victor Fun selaku Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa.

Dalam sambutannya, Victor Fun menyampaikan apresiasi kepada Dinkes PPKB Papua Tengah yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai langkah memperkuat tata kelola pembangunan kesehatan di Papua Tengah.

“Kesehatan adalah fondasi utama pembangunan manusia. Tidak mungkin kita berbicara tentang Papua Tengah yang maju dan berdaya saing apabila pelayanan kesehatan masyarakat belum berjalan secara optimal. Karena itu, penyediaan tenaga kesehatan yang cukup, merata, dan berkualitas menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat strategis karena berfokus pada pemutakhiran data SDMK serta penyusunan rencana kebutuhan tenaga kesehatan berbasis data dan analisis beban kerja.

Ia mengungkapkan tantangan pelayanan kesehatan di Papua Tengah masih cukup besar. Dari sembilan rumah sakit yang ada, baru tiga rumah sakit yang memiliki kelengkapan dokter spesialis utama. Sementara di tingkat puskesmas, dari 148 puskesmas yang ada, hanya sebagian kecil yang memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar.

“Secara keseluruhan masih terdapat kekurangan ratusan tenaga kesehatan di berbagai bidang pelayanan kesehatan. Data ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk bergerak lebih cepat dan tepat dalam melakukan perencanaan SDM kesehatan,” katanya.

Victor Fun menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memiliki visi mewujudkan Papua Tengah yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Salah satu misi utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berbudaya.

“Oleh karena itu, sektor kesehatan tidak boleh dibangun dengan pendekatan biasa-biasa saja. Kita membutuhkan sistem yang kuat, data yang akurat, dan kolaborasi lintas sektoral yang nyata,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa dokumen perencanaan SDMK tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif semata, tetapi harus menjadi dasar pengambilan kebijakan mulai dari penempatan tenaga kesehatan, usulan formasi ASN dan PPPK, distribusi tenaga medis, hingga penguatan layanan kesehatan di wilayah terpencil.

Victor Fun juga meminta seluruh tenaga teknis kesehatan kabupaten, rumah sakit, dan pemangku kepentingan agar serius mengikuti proses penyusunan data serta memastikan seluruh data yang dimasukkan valid dan sesuai kondisi lapangan.

“Keputusan yang baik hanya bisa lahir dari data yang baik,” ujarnya.

Selain itu, ia mengapresiasi penggunaan sistem informasi kesehatan dan integrasi data melalui aplikasi SIM SDMK dan Satu Sehat sebagai bagian dari transformasi digital kesehatan nasional.

“Papua Tengah tidak boleh tertinggal dalam proses transformasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Papua Tengah, terutama di daerah-daerah terpencil yang akses layanan kesehatannya masih terbatas.

“Kita ingin memastikan masyarakat di delapan kabupaten mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sama dan berkualitas,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Victor Fun mengajak seluruh pihak menjadikan momentum tersebut sebagai langkah bersama memperkuat sistem kesehatan Papua Tengah yang lebih adil, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan penyiapan Data Sumber Daya Manusia Kesehatan dan data rencana kebutuhan SDMK tingkat Provinsi Papua Tengah tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi