SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten
Mimika mencatat sebanyak 101 kasus HIV-AIDS ditemukan sepanjang Januari hingga
Maret 2026 berdasarkan hasil konseling dan testing yang dilakukan di sejumlah
Puskesmas di Mimika.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinkes Mimika, Godfried
Maturbongs mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya penekanan angka
kasus HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui penguatan peran dokter
serta konselor kesehatan di lapangan.
“Kita tidak bisa mengabaikan kondisi ini, makanya kita
harapkan kehadiran dokter dan konselor ini bisa memberi pemahaman kepada
masyarakat untuk merubah pola dan perilaku hidup,” ujar Godfried usai membuka
sebuah kegiatan di Grand Tembagapura Hotel, Jumat (28/5/2026).
Menurutnya, HIV-AIDS dan IMS merupakan penyakit yang
berkaitan erat dengan perilaku sehari-hari masyarakat, sehingga upaya
penanganannya tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga
perubahan pola hidup masyarakat.
Ia menilai perkembangan dan pertumbuhan penduduk di Mimika
turut memengaruhi munculnya berbagai persoalan sosial, termasuk praktik seks
bebas yang semakin sulit dikendalikan.
Godfried menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui
Dinas Kesehatan selama ini terus berupaya mengantisipasi penyebaran HIV-AIDS
dari kawasan lokalisasi Kilometer 10. Namun, saat ini praktik prostitusi ilegal
di luar lokalisasi justru semakin marak dan berkembang melalui sistem daring
atau online.
“Kita tahu Mimika ini makin berkembang, sehingga perilaku
negatif termasuk seks bebas pun semakin tidak terkontrol. Kita tekan yang di
lokalisasi, tapi banyak praktik-praktik liar di luar lokalisasi. Apalagi
sekarang dengan sistem online,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan HIV-AIDS dan IMS tidak dapat
dilakukan hanya oleh pemerintah atau Dinas Kesehatan semata, melainkan
membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk tokoh agama, tokoh perempuan,
pemuda, hingga organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
“Untuk merubah perilaku masyarakat ini bukan hanya tugas
Dinkes saja, tapi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder,” tutupnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

