BMKG Mozes Kilangin Timika: Potensi Hujan Ekstrem Di Mimika Relatif Kecil Meski Status Siaga Ditingkatkan

BMKG Mozes Kilangin Timika: Potensi Hujan Ekstrem Di Mimika Relatif Kecil Meski Status Siaga Ditingkatkan Forecaster BMKG, Mozes Kilangin Timika, William Titahena di Stasiun BMKG Mozes Kilangin Timika, Sabtu (27/6/2026)(Salampapua.com/Evita)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan status kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Provinsi Papua Tengah, menyusul adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang.

Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mozes Kilangin Timika menyebutkan bahwa potensi hujan ekstrem di Kabupaten Mimika masih relatif kecil.

Forecaster BMKG Mozes Kilangin Timika, William Titahena, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca Dasarian I (periode sepuluh hari pertama dalam bulan berjalan), sebagian besar wilayah Mimika masih didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan.

“Berdasarkan peta prakiraan, wilayah Mimika masih didominasi hujan ringan. Peluang curah hujan di atas 100 milimeter hanya sekitar 10 hingga 20 persen, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah,” jelas William kepada Salampapua.com, Sabtu (27/6/2026).

Ia menyebutkan, wilayah Mimika Barat Jauh hingga Mimika Timur Jauh serta Distrik Jita memang memiliki potensi hujan, namun peluang terjadinya curah hujan dengan intensitas ekstrem masih tergolong rendah.

“Untuk intensitas hujan 100 milimeter sebagai indikator potensi cuaca ekstrem, wilayah tersebut hanya berkisar 10 sampai 20 persen. Jadi peluangnya relatif kecil untuk masuk kategori cuaca ekstrem,” ujarnya.

Menurut William, potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi justru berada di wilayah pegunungan Papua. Kondisi geografis dan tingkat kelembapan yang tinggi membuat wilayah dataran tinggi lebih berpotensi mengalami hujan lebih deras dibandingkan wilayah perkotaan.

“Kalau melihat peta cuaca, wilayah yang berpotensi lebih tinggi ada di kawasan pegunungan. Salah satunya terlihat di wilayah Kabupaten Puncak dengan warna prakiraan yang lebih mencolok,” katanya.

Selain curah hujan, William menjelaskan kondisi kelembapan udara yang tinggi juga menyebabkan suhu terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari.

Meski potensi cuaca ekstrem di Mimika relatif kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang beraktivitas di daerah pegunungan maupun wilayah rawan perubahan cuaca.

“Kita tetap perlu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah pegunungan. Namun masyarakat di Mimika tidak perlu panik karena kondisi saat ini masih dalam kategori normal,” jelasnya.

Ia menambahkan, suhu udara di Kabupaten Mimika saat ini masih berada pada kisaran normal, yakni sekitar 23 hingga 30 derajat Celsius.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi dan segera mengambil langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi cuaca yang signifikan.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi