Dominasi ISPA Dan Malaria, Puskesmas Karang Senang Catat Lebih Dari 1.300 Kasus Selama Mei 2026

Dominasi ISPA Dan Malaria, Puskesmas Karang Senang Catat Lebih Dari 1.300 Kasus Selama Mei 2026 Kepala Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombadatu, SKM.M.Kes saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/6/2026)(Salampapua.com/Acik)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Puskesmas Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, mencatat tingginya kasus penyakit menular sepanjang Mei 2026. Berdasarkan data pelayanan kesehatan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Malaria menjadi dua penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, masing-masing mencapai 657 dan 656 penderita.

Kepala Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombadatu, SKM., M.Kes., mengatakan selain ISPA dan Malaria, sejumlah penyakit lain juga cukup banyak ditemukan selama periode tersebut.

“Kasus Gastritis tercatat sebanyak 138 pasien, Myalgia atau nyeri otot 137 kasus, Vulnus atau luka sebanyak 114 kasus, serta Hipertensi Esensial sebanyak 109 kasus,” ujar Mariana saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).

Selain itu, Puskesmas Karang Senang juga menangani 40 kasus Abses Furunkel dan Carbuncle (infeksi kulit), 37 kasus Diabetes Melitus Tipe 2, 28 kasus diare tanpa dehidrasi, serta 11 kasus Cephalgia atau sakit kepala.

Mariana menjelaskan tingginya angka ISPA dan Malaria tidak terlepas dari perilaku hidup masyarakat dan kondisi lingkungan. Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.

Untuk menekan kasus ISPA, masyarakat diimbau tidak merokok di dalam rumah guna menghindari paparan asap rokok terhadap anggota keluarga, terutama anak-anak. Orang tua juga diminta memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi dan tidak jajan sembarangan.

Sementara itu, pencegahan Malaria dilakukan melalui peningkatan kebersihan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, serta kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat hingga tuntas.

“Kami terus menggalakkan program Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Masyarakat diajarkan cara memeriksa keberadaan jentik nyamuk di tempat penampungan air sekaligus langkah-langkah pemberantasannya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menumpuk barang bekas maupun menggantung pakaian kotor di dalam rumah karena berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Menurut Mariana, kebersihan lingkungan merupakan faktor utama dalam menekan angka penyakit menular. Dengan lingkungan yang bersih dan perilaku hidup sehat yang diterapkan secara konsisten, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan dan kualitas kesehatan masyarakat akan semakin meningkat.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi