Dorong Peningkatan Pemeriksaan TBC Di Wilayah Pesisir, Dinkes Mimika Gelar Workshop ToT Bagi Dokter, Juru TB Dan ATLM

Dorong Peningkatan Pemeriksaan TBC Di Wilayah Pesisir, Dinkes Mimika Gelar Workshop ToT Bagi Dokter, Juru TB Dan ATLM Kepala Seksi P2M, Kamaludin saat memberikan materi pada workshop dan ToT bagi tenaga medis di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, Kamis (11/6/2026)(Salampapua.com/Evita)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Workshop Training of Trainers (ToT) bagi dokter, juru Tuberkulosis (TB), dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) guna meningkatkan cakupan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC), khususnya di wilayah pesisir. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Kamis (11/6/2026).

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika, Kamaludin, mengatakan capaian pemeriksaan terduga TBC di Mimika hingga saat ini telah mencapai lebih dari 15.000 orang atau sekitar 91 persen dari target pemeriksaan sebanyak 17.000 orang.

Meski demikian, ia mengakui cakupan pemeriksaan terduga TBC di wilayah pesisir masih tergolong rendah dan menjadi perhatian serius Dinkes Mimika.

“Kurangnya pencapaian pemeriksaan di wilayah pesisir kemungkinan disebabkan oleh sistem kerja shift serta masih adanya petugas yang belum memahami alur program secara optimal. Akibatnya, sejumlah kasus terduga TBC tidak terdeteksi maupun tercatat dengan baik,” ujar Kamaludin.

Selain cakupan pemeriksaan, Dinkes Mimika juga menyoroti angka kesembuhan pasien TBC yang masih berada di bawah target nasional. Dari target kesembuhan sebesar 90 persen, hingga saat ini baru mencapai sekitar 76 persen.

Menurut Kamaludin, kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih lemahnya pengawasan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Karena itu kami berharap petugas kesehatan dapat terus memantau proses pemeriksaan dan pengobatan pasien TBC hingga selesai. Program ini menjadi salah satu prioritas sehingga pelaksanaannya terus dipantau dan dievaluasi,” katanya.

Melalui workshop tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan-rekan tenaga kesehatan di puskesmas maupun puskesmas pembantu (pustu).

Dinkes Mimika juga menekankan pentingnya optimalisasi peran tenaga kesehatan di pustu, terutama dalam mendampingi dan mengawasi pasien yang tinggal jauh dari puskesmas induk agar pengobatan dapat berjalan secara teratur hingga dinyatakan sembuh.

“Petugas kesehatan di pustu memiliki peran strategis dalam memastikan pasien tetap menjalani pengobatan sesuai jadwal, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil dan sulit menjangkau fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi