Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa (tengah), didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaida Meki Nawipa, Kapolda Papua Tengah, serta Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah saat membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026 di kawasan Bandara Lama Nabire, Kabupaten Nabire, Rabu (24/6/2026) sore (Salampapua.com/Elias)
SALAM PAPUA (NABIRE) – Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, resmi membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Tengah di kawasan Bandara Lama Nabire, Rabu (24/6/2026).
Festival yang berlangsung selama empat hari, hingga 27 Juni 2026, diikuti pelajar dari delapan kabupaten di Papua Tengah, yakni Nabire, Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
Pembukaan festival turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Kapolda Papua Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Kepala Disdikbud Papua Tengah Nurhaida Nawipa, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa festival budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun fondasi bagi generasi muda untuk mengenal identitas, sejarah, dan warisan budaya leluhur.
“Melalui festival ini, kita sedang meletakkan fondasi agar setiap anak mengenal dari mana mereka berasal dan memahami identitas budayanya. Budaya adalah kekayaan yang sangat berharga dan menjadi jati diri masyarakat Papua,” ujarnya.
Menurut Meki, budaya Papua merupakan aset yang nilainya melebihi sumber daya alam yang dimiliki daerah. Karena itu, generasi muda harus menjaga dan melestarikannya di tengah perkembangan zaman.
Ia mengapresiasi keberadaan budaya Papua yang masih terjaga hingga saat ini, di tengah banyak negara maju yang mulai kehilangan identitas budayanya.
“Budaya kita lebih mahal dari emas dan tembaga. Budaya menunjukkan siapa kita sebagai orang Melanesia yang hidup di Tanah Papua,” katanya.
Meki juga mengingatkan para pelajar agar memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak. Menurutnya, kemajuan digital harus dijadikan sarana untuk mempromosikan budaya Papua kepada masyarakat nasional maupun dunia internasional.
“Gunakan internet dan media sosial untuk hal-hal positif. Dokumentasikan budaya, musik, tarian, dan kerajinan yang kalian miliki agar dunia mengetahui betapa kayanya budaya Papua,” pesannya.
Selain itu, ia mengajak generasi muda menjauhi narkoba, minuman keras, serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.
“Kalian adalah motor penggerak pembangunan Papua Tengah di masa depan. Katakan tidak pada narkoba, minuman keras, dan hal-hal negatif lainnya. Fokuslah pada pendidikan dan prestasi,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Meki berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghormati.
“Menang atau kalah dalam sebuah festival adalah hal biasa. Namun keberanian untuk tampil, melestarikan budaya, dan menjauhi pengaruh negatif merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” tutupnya.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi