Homiyon Egatmang Siswa SATP Raih Medali Perunggu Di Ajang Seni Internasional SIAT 2026

Homiyon Egatmang Siswa SATP Raih Medali Perunggu Di Ajang Seni Internasional SIAT 2026 Homiyon Egatmang (salampapua.com/Foto: Dokumen SATP)

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Perolehan prestasi kembali ditorehkan generasi muda Papua. Siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Homiyon Egatmang, berhasil meraih medali perunggu (Bronze Medal) pada ajang Singapore International Art Tournament (SIAT) 2026 untuk kategori Comics & Anime melalui karya berjudul Taro in the Land of Papua.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa, karena tahun 2026 merupakan kali pertama SATP mengikuti kompetisi seni rupa internasional bergengsi yang diikuti pelajar dari lebih dari 40 negara.

Ajang ini diselenggarakan oleh Singapore International Math Contests Centre (SIMCC) bersama International Alliance of Arts & Cultural Heritage dan Federation of Arts Society Singapore (FASS), dengan mengusung pengembangan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).

Kegiatan ini diikuti secara online dengan mengirimkan video proses melukis dan hasil akhir. Dimana untuk pengiriman karya tersebut dilakukan pada  30 Mei 2026.

Wakasek Bidang Kesiswaan SD SATP, Aurelia Marshal mengatakan, SIAT adalah kompetisi seni rupa internasional tahunan terkemuka untuk pelajar dari kelas 1 hingga kelas 12 (atau setingkat SMA) dengan mempertemukan talenta muda lebih dari 40 negara.

Tahun ini, SATP perdana mengikuti ajang seni bergengsi ini sekaligus menjadi ajanh internasional pertama di bidang seni lukis yang diikuti oleh siswa siswi SATP. 

"Kami mengirim 5 siswa dengan 4 kategori gambar yang berbeda, yakni Comics & anime, Sketching, Water color painting , Oil & Acrylic painting," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada salampapua.com, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, kelima siswa-siswi yang mengikuti ajang ini adalah Moncela Kelanangame (grade2), Christian Alomang (Grade 6), Hery Tsugumol (Grade8), Anton Onawame ( Grade 8) dan  Homiyon Egatmang (Grade9).

Kelima anak yang dikirimkan ini merupakan para siswa-siswi yang tergabung di kegiatan ekstrakurikuler melukis. Yangmana sebelum proses lomba anak-anak fokus berlatih, mulai dari ide dan konsep awal lukisan atau gambar untuk benar-benar bisa menghasilkan karya yang orisinil tanpa menghilangkan akar budaya Papua.

"Puji Tuhan salah satu siswa atas nama Homiyon Egatmang berhasil meraih Bronze Medal ketegori comics and anime dengan Judul Karya "Taro In The Land Of Papua"," ungkap Aurelia.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD SATP, Sonianto Kuddi menyampaikan terima kasihnya kepada YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT. Freeport Indonesia yang telah mendukung SATP dalam inovasi pendidikan.

Rasa bangga dan syukur atas pencapaian luar biasa murid yang telah berhasil membawa bakatnya hingga ke panggung internasional. Prestasi gemilang ini bukan sekadar bukti dari talenta yang luar biasa, melainkan buah dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi tinggi. Anak-anak telah membuktikan bahwa ruang kelas kita adalah awal dari langkah-langkah besar di dunia global.

"Tetaplah menjaga kerendahan hati kepada siapa pun, serta terus memelihara kegigihan yang tak kenal lelah dalam mengejar cita-cita. Jadikan pencapaian ini sebagai batu loncatan untuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas dan mendunia, tetapi juga berbudi pekerti luhur," pungkasnya.

Karya kelima anak yang ditampilkan dalam ajang ini, adalah

-. Homiyon Egatmang, Judul karya: Taro in the Land of Papua, Artwork: Anime & Comics.

-. Anton Onawame, Artwork:Sketching,Judul Karya: Return to the Roots, The New Dawn of Civilization,

-. Christian Alomang. Artwork: Anime & Comics, Judul Karya: The Dawn of a Reborn Civilization,

-. David Sebastianus Anggaibak. Artwork: Ink & Watercolor, Judul Karya: Arrow of Freedom,

-. Hery Tsugumol. Artwork:Oil & Acrylic, Judul Karya: The Cry of Papua's Nature,

-.Moncela Kelanangame. Artwork:Sketching, Judul Karya : The Womb of Mother Papua.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy